180608101630-soal-plt-kadinkes-pjs-bupati-garut--bisa-saja-dari-internal-dinkes-bisa-tidak-.jpg

dokumen galamedianews.com

PJS Bupati Garut, Koesmayadie Tatang Padmadinata

Soal Plt Kadinkes, Pjs Bupati Garut, "Bisa Saja Dari Internal Dinkes Bisa Tidak"

Daerah

Jumat, 8 Juni 2018 | 10:16 WIB

Wartawan: Robi Taufik Akbar

PJS Bupati Garut, Koesmayadie Tatang Padmadinata, mengaku, sudah menerima berkas pengunduran diri dr. Tenni Swara Rifai dari jabatan Kepala Dinas Kesehatan. Namun, yang bersangkutan hanya mengundurkan diri bukan mengajukan pensiun dini.

Menyikapi hal tersebut, dirinya sudah berkonsultasi dengan Penjabat Sekda Garut, Uu Saepudin, untuk menunjuk penggantinya sebagai Plt Kadinkes.

“Ya saya sudah menerima surat pengunduran diri dari Kepala Dinas Kesehatan yakni dr Tenni. Kalau mengundurkan diri tentunya akan kita proses dan sudah saya sampaikan ke BKD, dan akan saya kaji dengan Plt Sekda mengenai siapa nanti penggantinya. Dan kalau sudah disahkan pengunduran dirinya berarti Plt Kadis di Garut bertambah dan itu menjadi Pekerjaan Rumah bagi Pemkab Garut,” ungkapnya, Jumat (8/6/2018) pada wartawan.

Koesmayadie menjelaskan ikhwal mundurnya Kepala Dinas Kesehatan Garut. Yang mana yang bersangkutan beralasan lebih memilih ingin berkarir sebagai profesi dokter di beberapa klinik swasta.

Namun Koesmayadie, saat disinggung siapa yang akan ditunjuk sebagai Plt, dirinya menuturkan, penunjukan Plt sebagai pengganti Kadinkes akan dilihat dari daftar urut keperangkatan atau Pajamalapus-nya (Pangkat, Jabatan, Masa Kerja, Pelatihan dan Pendidikan serta Usia).

"Kita akan lihat dulu dari daftar urut keperangkatan. Ya, diusahakan penggantinya seorang dokter atau orang yang memiliki kemampuan manajemen," ujarnya.

Ketika didesak, apakah akan mengangkat dari internal Dinas Kesehatan, atau ada jabatan yang dinaikkan, misalnya Sekretaris Dinkes di angkat menjadi Plt. "Ya bisa saja itu terjadi, asalkan yang bersangkutan memenuhi syarat dan memiliki kemampuan memimpin. Ya kita lihat dulu sesuai dengan kemampuannya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr. Tenni Swara Rifai, tiba-tiba mundur dari jabatannya dan lebih memilih membuka praktek di beberapa klinik swasta. Sontak, mundurnya Tenni Swara Rifai, menjadi sorotan baik di lingkungan Pemkab Garut serta di kalangan aktivis.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR