BIJB Mampu Layani 5,6 Juta Penumpang

Rio Ryzki Batee

BIJB Mampu Layani 5,6 Juta Penumpang

Daerah

Selasa, 17 April 2018 | 18:32 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan peninjauan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang akan rampung dalam beberapa waktu kedepan.

Dalam kunjungan tersebut, beliau menggunakan rompi merah dan helm putih, yang datang menggunakan helikopter berwarna biru. Kedatangannya disambut oleh stakeholder dan kementrian terkait.

Begitu melangkahkan kaki ke bandara, sudah tersedia berbagai gambar-gambar akan bandara tersebut setelah selesainya pembangunan. Mulai dari bagian dalam, luar dan berbagai sudut lainnya.

Setelah itu Jokowi beserta rombongan melihat-lihat pembangunan yang ada di bandara tersebut, tidak jarang Ia terlihat kagum dan bertanya tentang bagaimana progress bandara terbesar setelah Bandara Soekarno-Hatta tersebut.

"Kita ingat bagaimana, dua tahun yg lalu di bulan tepatnya Januari 2016 kita melakukan pemancangan pertama disini. Kemudian dalam dua tahun lebih ini,  rencana pembangunan yang dikerjakan sesuai paket waktu yang kita berikan," ungkapnya usai meninjau di BIJB, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, pembangunan bandara yang dapat menampung sekitar 5,6 juta penumpang tersebut, akan selesai Mei mendatang. Dimana pembangunan yang rampung tersebut baru tahap pertama, mengingat luas keseluruhan bandara dengan 1800 hektar.

"Insya Allah nanti bulan depan sudah akan kita coba mulai, pada tanggal 24 Mei nanti kita lihat apakah masih ada hal hal yang perlu diperbaiki disini," katanya.

Menurut Jokowi, pembangunan dari bandara tersebut masih terus berlanjut, dengan luas yang ada karena lebih kepada jangka panjang. Termasuk mengkoneksikan dengan akses trasnportasi, seperti jalan tol dan stasiun kereta api.

Disinggung mengenai arus mudik, lanjutnya, bandara tersebut siap untuk beroperasi dalam menyambut mudik lebaran mendatang. Tidak hanya itu, rencananya keberangkatan haji juga, akan diberangkatkan dari bandara tersebut.

"Rencananya haji tahun ini sebagian diberangkatkan dari Kertajati ini sudah disiapkan, Angkasa Pura dan Garuda juga siap. Arus mudik lebaran juga sudah bisa dipakai, kita lihat pengembangan disekitar bandara nanti," tuturnya.

Kendati demikian, menurut Jokowi, yang terpenting bagaimana proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan cepat, terutama dengan integrasi baik dari pemerintah pusat, daerah dan swasta. Pasalnya untuk pembangunan bandara sudah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.

"Kita ingin mencari model- model bisnis yang tercepat baik pembiayaan, infrastruktur dan lain sebagainya. Setelah selesai maka bisa menjadi skim-skim baru yang dijadikan contoh di tempat lain," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menuturkan, untuk arus mudik lebaran akan melakukan evaluasi. Terlebih dengan pelayanan kepada 20 juta penduduk di Jawa Barat.

Lebih jauh, pembangunan dari bandara internasional tersebut menggunakan konsep kolaborasi antara BUMN, pemda dan investor. Dimana format kerja tersebut memungkinkan dicoba pada proyek lainnya.

"Akhir Mei ini kami akan soft launching dan kami mengundang presiden dalam opening menjelang mudik lebaran. Tanggal itu kami harapkan arus mudik lancar dan merencanakan menuju ke lima kota," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR