Tertutup Longsor 16 Jam, Jalan Penghubung Subang-Purwakarta Kembali Normal

Dally Kardilan

Petugas DPKPB Kabupaten Subang sedang menuntaskan pembersihan bekas longsoran di Jalan Penghubung Jalancagak-Wanayasa, Purwakarta, Sabtu (16/12/2017).

Tertutup Longsor 16 Jam, Jalan Penghubung Subang-Purwakarta Kembali Normal

Daerah

Sabtu, 16 Desember 2017 | 19:04 WIB

Wartawan: Dally Kardilan

SETELAH tertutup material longsoran tanah dan pepohonan selama 16 jam, Jalan Provinsi penghubung Jalancagak, Subang - Wanayasa, Purwakarta tepatnya di Kampung Cibinong RT 31/RW 06 Desa Sagalaherang. akhirnya kembali normal. Ini berkat kerja sama TNI/Polri dan Pemkab Subang serta masyarakat.

“Kami mengerahkan sekira 100 petugas gabungan untuk membersihkan material longsoran yang menutupi jalan hingga tuntas menjelang Magrib ini,“ kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Subang, H. Hidayat didampingi Kabag Ops Polres Subang, Kompol Kusno Diantara di lokasi, Minggu (16/12/2017).

Menurutnya, longsor yang terjadi di Sagalaherang ternyata tidak bisa secara manual dan perlu segera ditangani secara sinergitas karena banyaknya material. Jalan tersebut merupakan lintas yang dari Jakarta maupun sebaliknya bila akan ke Bandung dan obyek wisata.

“Makanya kami berbagi tugas sesuai kewenangan Pemkab Subang, dalam hal ini DPKPB dengan mengerahkan Rescue Damkar untuk pembersihan lumpar pasca pengangkatan oleh alat berat dari PUPR,“ jelas Hidayat.

Sedangkan Polri dan TNI penganan dan mengatur lalu-lintas, termasuk OPD terkait seperti Dinsos dengan Tagananya, termasuk relawan dari PMI yang bila ditotal mencapai 100 orang dengan khusus personil kebencanaan dan damkar mencapai 30 orang.

“Untuk jalan praktis tertutup sejak longsor terjadi pada pukul 02.00 WIB hingga tuntas pembersihan. Sedangkan jalaur jalan dari Jalancagak praktis tertutup menuju Sagalaherang, Wanayasa maupun Purwakarta. Sementara dari sebaliknya bisa melalui Panaruban, Desa Cicadas hingga Ciater,“ katanya.

Namun demikian pengguna jalan perlu hati-hati melewati jalur tersebut, karena dipinggir bukit material masih ada. Artinya, bila turun hujan mungkin saja ke jalan.

“Untuk korban tidak ada walaupun ada 2 warung yang ikut tergerus dan hanya kerugian materi saja,“ pungkas Hidayat.

Diberitakan sebelumnya, diduga dampak gempa semalam, bukit di daerah Cibinong, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Subang mengalami longsor hingga menutupi jalan raya Jalacagak-Purwakarta, Sabtu (16/12/2017).

Selain memutuskan sementara akses jalan, 2  warung ikut tergerus longsoran namun beruntung bisa menyelamatkan diri. "Apakah akibat ada gempa kita tidak tahu. Yang jelas kemarin siang hingga sore terjadi hujan lebat," kata penggiat lingkungan, Iis Patani.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR