Jokowi Akan Diundang Hadiri Persemian PLTSA Sumurbatu Bekasi

liputan6.com

Jokowi Akan Diundang Hadiri Persemian PLTSA Sumurbatu Bekasi

Daerah

Rabu, 22 November 2017 | 20:15 WIB

Wartawan: Andri Ridwan Fauzi

WALI Kota Bekasi, Rahmat Effendi sangat bersemangat mengundang Presiden Joko Widodo untuk hadir menyaksikan proses produksi sampah menjadi energi listrik di Tempat Pembuangan Akhir sampah Sumurbatu.

"Akan kita sampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo bahwa PLTSa di Kota Bekasi sudah berjalan optimal menghasilkan listrik dari bahan baku sampah warganya," katanya saat meninjau PLTSa Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, dikutip dari Antara, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, momentum untuk menghadirkan Presiden Joko Widodo adalah saat berlangsungnya apel akbar peringatan Hari Guru Nasional 2017 yang berlangsung 2 Desember 2017.

Apel akbar tersebut akan diikuti oleh perwakilan guru se-Indonesia bertempat di Stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi dengan pembinanya Presiden Joko Widodo.

Jarak tempuh dari stadion menuju lokasi PLTSa yang membutuhkan waktu kurang dari 15 menit itu diyakininya bisa membawa Joko Widodo menyaksikan operasional PLTSa perdana di Indonesia itu.

"Akan kita sampaikan langsung ke Bapak Presiden hasil PLTSa kita. Supaya beliau tahu, Kota Bekasi sudah mampu memiliki alat pengolah sampah menjadi listrik," ujarnya.

Rahmat mengatakan, pemusnahan sampah menggunakan metode pembakaran merupakan hal yang mendesak.Sebab, kata dia, Kota Bekasi merupakan kota terbesar ketiga yang kini dihadapkan dengan persoalan penumpukan sampah di dunia.

"Persoalan penumpukan sampah terbanyak berada di Amerika Latin, kedua India dan ketiga Bekasi karena adanya sumbangsih sampah dari DKI yang mencapai 7.000 ton per hari," katanya.

Untuk itu, proses pemusnahan sampah dengan teknologi pembakaran yang bisa menghasilkan listrik sangat diperlukan.

"Makanya, pemusnahan sampah ini sangat perlu dilakukan terlebih bisa menghasilkan listrik," ungkapnya.

Ia meyakini, tumpukan sampah di TPA Sumurbatu seluas 15,8 hektare dengan volume harian mencapai 1.500 ton akan mampu ditangani dengan baik. "Sampah per hari bisa mencapai 1.500 ton, sampah sebanyak itu bisa memenuhi lahan seluas 2 hektare dalam kurun enam bulan," katanya.

Atas pertimbangan itu pula, Pemkot Bekasi memutuskan untuk menggandeng perusahaan swasta bernama PT Nusa Wijaya (NW) Abadi selaku operator PLTSa.Chief Executive Officer NW Industries Group, Teddy Sujarwanto, memastikan teknologi zero wast atau membakar sampah yang dipadu dengan air aman bagi lingkungan sekitar.

"Dari proses pembakaran itu, akan menghasilkan uap yang mampu menggerakan turbin. Gerakan dari turbin itulah yang mampu menghasilkan listrik," tandasnya.

Selama masa uji coba, teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan 18.000 kwh listrik per hari dari bahan baku 120 ton sampah.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR