Ratusan Labu Darah di PMI Garut Terbuang Sia-Sia

dok

ilustrasi

Ratusan Labu Darah di PMI Garut Terbuang Sia-Sia

Daerah

Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:24 WIB

Wartawan: Agus Somantri

RATUSAN labu darah di PMI Garut pada September kemarin mengalami kadaluarsa akibat tidak terpakai oleh pasien di RSUD dr Slamet Garut. Hal itu terjadi karena RSUD dr Slamet Garut melalui bank darahnya tidak melakukan kerjasama dengan PMI Kabupaten Garut, tapi dengan PMI Kabupaten Bandung.

Ketua Komisi D DPRD Garut, Asep D maman menuturkan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihaknya, pihak RSUD dr Slamet Garut melakukan kerjasama dengan PMI Kabupaten Bandung sejak tanggal 3 Januari 2017 lalu.

"Sejak tanggal tersebut, bank darah RSUD dr Slamet Garut mengambil darah dari PMI Bandung untuk memenuhi kebutuhan bank darah di RSUD dr Slamet Garut," ujarnya, Kamis (19/10/2017).

Menurut Asep, dengan melakukan kerjasama dengan PMI Kabupaten Bandung bukan dengan PMI Garut, maka RSUD dr Slamet dinilai telah melakukan pelanggaran, salah satunya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 91 Tahun 2015.

Padahal terang Asep, seharusnya RSUD dr Slamet Garut bekerjasama dengan PMI yang ada di daerah setempat untuk memenuhi kebutuhan stok darah, bukan dengan daerah lain.

"Akibat tidak adanya kerjasama itu, menyebabkan pada September kemarin sekitar 236 labu darah yang ada di PMI Garut kadaluarsa, karena tidak diserap oleh Bank darah RSUD dr Slamet," tuturnya.

Terkait permasalahan tersebut, Asep pun mengaku akan memeriksa dan berkomunikasi dengan PMI Garut dan RSUD dr Slamet untuk meluruskan hal tersebut.

"Tujuan kita untuk mengingatkan saat ada yang salah atau melanggar aturan, maka kita akan memanggil dan menggali informasi mengapa hal ini bisa terjadi," ungkapnya.

Asep menambahkan, sejauh ini pihaknya belum bisa mengungkap lebih jauh terkait permasalahan tersebut, termasuk apakah ada oknum di RSUD dr Slamet Garut yang bermain dan sengaja melakukan hal ini.

"Namun yang jelas dalam hal ini telah terjadi pelanggaran aturan oleh pihak RSUD dr Slamet," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR