Guru di Subang Pelajari Sejarah Lanud Suryadarma

Dally Kardilan

Kapentak Lanud Suryadarma, Letkol Mangapul Simajuntak sedang memberi penjelasan di rumah sejarah.

Guru di Subang Pelajari Sejarah Lanud Suryadarma

Daerah

Jumat, 21 April 2017 | 16:46 WIB

Wartawan: Dally Kardilan

KEPALA Penerangan Lanud Suryadarma, Letkol Sus Mangapul Simajuntak merasa yakin kalau potensi sejarah yang ada di Lanud Suryadarma bakal menghiasi isi buku Sejarah Subang dari Masa ke Masa dan Pembangunan Museum daerah Subang.

“Keyakinan ini karena sudah diungkapkan sendiri tim penulisnya, Prof Nina Herlina Lubis,“ kata Mangapul usai menerima kunjungan 60 guru sejarah yang mengajar di SMP dan SD Kabupaten Subang, Jumat (21/4/17).

Ia menyebutkan, kalau kunjungan guru sejarah itu merupakan program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang untuk meningkatkan pengetahuan sejarah para guru yang ada di Kabupaten Subang.

Pihaknya sangat terbuka dan menyambut baik sebagaimana Kadisdikbud Subang, Drs H Suwarna Murdias, M.Pd yang terlebih dahulu mengirimkan Surat Permohonan berkunjung kepada Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI Suparmono.

Dihadapan para guru, Kapentak Lanud Suryadarma menyampaikan secara ringkas potensi sejarah yang ada di Lanud Suryadarma antara lain, Museum Kalijati (Rumah Sejarah); Hanggar A , B, C, D; Gedung Dinas Personel dan Bunker Perlindungan di bawah lantainya,  Gedung Wing Udara 8 dengan Bunker Pelindungan di bawah Tanah; Monumen Sersan Kinoshita (Prajurit Jepang), Tower Air, Tower Pengatur Lalu Lintas Udara, Kolam Renang Zwembath (Slembat) kolam renang pertama di Nusantaara.

“Semua BCB ini masih tegak berdiri, orisionil namun ada yang sempat diperbaiki tanpa merubah bentuk asli karena kebanyakan dibangun pemerintah Belanda tahun 1917 dan terbaru Monumen Suryadarma yang dibangun tahun 2016,“ katanya.

Berbagai pertanyaan pun muncul dari para guru, seperti  Mengapa Belanda memutuskan Pangkalan Udara Kalijati sebagai pertama?, Mengapa Sekolah penerbangan umum dilaksanakan di Yogya setelah kemerdekaan, kenapa tidak di Kalijati, padahal Kalijati sejak jaman Belanda sudah mendidik dan melatih penerbang tempur?

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR