Diterjang Air Bah, Jalur Bandung - Cianjur Terputus

Ilustrasi

Diterjang Air Bah, Jalur Bandung - Cianjur Terputus

Daerah

Jumat, 17 Februari 2017 | 19:15 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

JEMBATAN penghubung utama antara Kabupaten Cianjur dan Bandung di Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur, Jawa Barat, putus karena diterjang air bah. Hal itu menyebabkan putusanya jalur transportasi.

"Hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur selatan sejak beberapa hari terakhir membuat jalan dan jembatan penghubung antara Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur-Desa Cipelah, Kabupaten Bandung, ambrol sebagian badan jalan ikut tergerus," kata Rukman seorang warga seperti dilansir Antara, Jumat (17/2/2017).

Dia menjelaskan, ambrolnya jembatan yang merupakan akses warga sat-satunya menuju Cianjur atau sebaliknya, diawali hujan cukup deras dengan intensitas yang cukup panjang sejak pagi hingga sore menjelang, sehingga membuat arus sungai dibagian bawah jembatan mengalami peningkatan.

"Untuknya saat ambrolnya jembatan tidak ada warga yang melintas karena tidak tahu pasti kejadiannya jam berapa. Tapi pagi hari kami menemukan jembatan dan landasan jalan sudah terputus sebagian. Sedangkan arus air di bagian bawah jembatan cukup tinggi dan deras," katanya.

Saat ini kondisi jembatan sudah tidak dapat dilalui kendaraan roda empat karena sebagian badan jalan yang tergurus terus meluas, sehingga berbahaya jia dilalui kendaraan roda empat atau kendaraan besar seperti truk dan elf.

Untuk sementara warga bergotong royong membangun jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, agar aktifitas warga di wilayah tersebut tetap dapat berjalan."Rusak parah terlihat dibadan jalan yang terpisah jarak beberapa meter dari jembatan. Sebagian besar badan jalan ambruk dan terputus," katanya.

Meskipun kejadian tersebut telah dilaporkan, namun warga berharap dinas terkait di Pemkab Cianjur, segera melakukan perbaikan atau membangun jembatan sementara yang dapat dilalui kendaraan roda empat karena selama ini jalan dan jembatan tersebut merupakan akses utama warga untuk menjual hasil buminya ke Bandung.

"Putusnya akses jalan yang menghubungkan Cianjur dengan Bandung, membuat warga kerepotan untuk menjalankan rutinitas sehari-hari karena selama ini, aktivitas harian warga di Karangjaya, lebih banyak dilakukan di daerah Kabupaten Bandung, karena jarak tempuh dengan pusat keramaian termasuk pasar tradisional, lebih dekat," kata Mumin warga lainya.

Dia menjelaskan, akses jalan dan jembatan tersebut membuat jarak tempuh menuju Kabupaten Bandung lebih dekat jika dibandingkan harus melalui Kecamatan Pagelaran yang harus ditempuh selama 3 jam dan menuju Cianjur hingga 5 jam."Kalau dari kami ke Bandung hanya butuh waktu 20 menit untuk menjual hasil bumi," katanya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR