Polisi Telusiri Aset Akumobil

Crime Story

Jumat, 8 November 2019 | 13:14 WIB

191108131532-polis.jpg

Darma Legi

Sejumlah warga yang melaporkan Akumobil di Polrestabes Bandung


PENYIDIK Polrestabes Bandung tengah menelusuri seluruh aset PT Akumobil, yang telah dilaporan dalam dugaan kasus penipuan dan penggelepan.

Dari hasil penelusuran, polisi telah menyita beberapa kendaraan hingga furniture serta ada pemblokiran rekening bank.

"Ada tujuh mobil dan sejumlah furniture," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Rifai, Jumat (8/11/2019).

Tujuh kendaraan itu antara lain, empat unit Fortuner keluaran terbaru, satu Honda‎ Mobilio, truk derek dan satu pick up bertuliskan Aku Mobil, serta lima kendaraan roda dua jenis motor sports.

"Semuanya dibeli menggunakan dana konsumen kemudian kami sita," ucapnya.

Pihaknya juga telah mengajukan untuk memblokir rekening bank atas nama PT Akumobil serta rekening pribadi milik Dirut PT Akumobil atas nama Bryan, yang saat ini berstatus sebagai tersangka.

"Kami juga sedang mengejar aset lainnya di luar Kota Bandung," ujar Rifai.

Sedangkan soal tanah dan bangunan yang disita, Rifai belum dapat memastikan. Namun ia akan menelusurinya bersama dengan PPATK. Polisi akan menelusuri aliran dana perusahaan hingga ke luar kota dalam waktu dekat ini.

"Sementara kita belum temukan adanya aliran dana untuk membeli aset berupa tanah," tutur dia.

Pihak kepolisian pun belum dapat memastikan adanya dugaan pencucian uang dalam kasus dugaan penipuan ini.  

Terkait dengan penetapan tersangka, Bryan oleh polisi disangkakan dengan pasal 378 dan 372 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun.  

Untuk diketahui, kasus penipuan ini bermula saat Aku Mobil menawarkan harga mobil baru dengan pasaran di atas Rp 150 juta dengan harga setengahnya.

Ratusan orang tertarik dengan program itu kemudian menyetorkan rata-rata minimal Rp50 juta lebih untuk membeli mobil seperti Honda Brio, Toyoya Agya, Calya Daihatsu Sigra hingga Alya. Namun, hingga waktu yang ditentukan, mobil tersebut tidak kunjung diterima. Korban pun melaporkan kasus itu ke polisi.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA