Ngaku Bisa Meloloskan Masuk Akpol, LU Diamankan Polsek Garut Kota

Crime Story

Selasa, 15 Oktober 2019 | 20:32 WIB

191015203403-ngaku.jpg

Agus Somantri

Tersangka LU saat diamankan di Polsek Garut Kota, Jalan Pasundan. Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (15/10/2019).

POLSEK Garut Kota mengamankan seorang warga berinisial LU (39) di Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. LU ditangkap polisi setelah seorang warga melaporkan aksi penipuan yang dilakukannya dengan modus bisa meloloskan korbannya masuk Akademi Kepolisian (AKPOL).

Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo mengatakan, yang menjadi korban penipuan LU adalah Andika Ahmad Nurdiana (20), warga Desa Cihaurkuning, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.

"Korban ini dijanjikan oleh salah seorang pelaku yang masih DPO berinisial AL akan meluluskan menjadi Taruna Akpol tanpa tes melalui jalur penyisipan," ujarnya, Selasa (15/10/2019).

Menurut Uus, untuk bisa lulus dengan jalur penyisipan itu, korban diminta oleh pelaku menyerahkan berkas pendaftaran berikut uang tunai sebesar Rp 125 juta. Kepada korban, pelaku AL menyebut bahwa berkas dan uang tersebut nantinya akan diuruskan oleh anggota Polda Jabar.

Namun, terang Uus, saat itu korban mengaku kepada AL jika dirinya tidak mempunyai uang sebesar yang diminta. AL pun kemudian meminta uang yang saat itu dibawa korban. Korban pun kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 7,5 juta berikut berkas berupa dokumen asli izajah untuk pendaftaran.

Setelah beberapa hari, AL pun menyuruh LU untuk menemui korban dan menagih sisa pembayaran pendaftaran. Namun korban merasa curiga, sehingga ia meminta berkas yang sudah diberikan berupa izajah SD, SMP, SMK, akta lahir, kartu keluarga (KK), serta rapot dikembalikan.

"Saat diminta kembali uang dan berkas, LU mengatakan kepada korban bahwa uang dan berkas yang sudah diberikan tidak bisa dikembalikan karena sudah masuk ke Polda sehingga susah untuk diambil. Karena korban tidak memberikan uang, LU pun kemudian kembali dengan tangan kosong," ucapnya.

Uus menyebutkan, agar berkas bisa kembali, AL pun kemudian meminta uang kepada korban sebesar Rp 50 juta dengan dalih untuk menebus berkas pendaftaran dan berkas lainnya di Polda Jabar.

"AL ini pun kemudian kembali menyuruh LU untuk menyerahkan berkas pendaftaran dan mengambil uang RP 50 juta kepada korban," katanya.

Korban dan pelaku pun, lanjut Uu, kemudian janjian untuk menyerahkan uang di wilayah Kecamatan Garut Kota. Namun sebelum bertemu, korban terlebih dahulu melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

"Pelaku LU akhirnya kita tangkap saat akan menyerahkan berkas dan menagih sisa uang kepada korban. Saat ini kita masih mencari pelaku lainnya berinisial AL yang diduga melarikan diri," ucapnya.

Dengan adanya kejadian ini, Uus pun mengimbau kepada warga agar tidak mudah percaya begitu saja kepada orang yang menjanjikan bisa meluluskan masuk Akpol, CPNS, dan yang lainnya. Buktikan dulu kebenarannya agar tidak menjadi korban penipuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Sekarang ini kan zaman serba digital sehingga bisa dicek langsung untuk pendaftaran dan lainnya," katanya.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA