Kurang SDM, Lapas Purwakarta Kesulitan Awasi Penyelundupan Narkoba dan HP

Crime Story

Jumat, 11 Oktober 2019 | 11:27 WIB

191011113147-kuran.jpg

Hilmi Abdul Halim/PR

Kepala Lapas Purwakarta Suprapto

PENGELOLA Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Purwakarta kesulitan menghentikan penyelundupan benda-benda terlarang ke dalam Lapas. Dari narkoba hingga telepon seluler kerap masuk dengan cara dilemparkan dari luar kawasan Lapas.

Kepala Lapas Purwakarta, Suprapto memastikan jajarannya telah melakukan pengawasan secara maksimal di pintu masuk.

"Tapi Lapas ini ada di pusat kota dan tidak jarang kami temukan pelemparan secara langsung," katanya, Jumat (11/10/2019).

Wartawan PR, Hilmi Abdul Halim mengabarkan, dari penggeledahan yang dilakukan selama Februari-September 2019, petugas mendapatkan puluhan unit telepon seluler dari para warga binaan. Petugas juga menyita barang-barang lain yang dilarang seperti sendok, gunting dan pisau lipat.

Benda-benda tersebut dimusnahkan bersamaan dengan kegiatan tes urin yang diikuti seluruh pegawai Lapas Purwakarta. Kegiatan itu dalam rangka peringatan ke-74 Dharma Karyadhika.

Ditemukannya barang-barang tersebut menunjukkan pengamanan di Lapas Purwakarta masih memiliki celah untuk menyelundupkan barang terlarang. Suprapto berdalih jumlah personel pengamanan Lapas tidak sebanding dengan jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas.

"Jumlah keseluruhan pegawai itu 81 orang, 60 persen di antaranya petugas pengamanan. Secara logika, satu orang penjaga menangani 50 orang warga binaan," kata Suprapto.

Ia menyebutkan kapasitas Lapas hanya menampung 250 orang tapi kenyataannya mencapai 500 orang lebih. Karena itu, Suprapto mengakui jumlah personel pengamanan di dalam Lapas belum ideal. Sehingga, selama ini ia pun kesulitan untuk menangkap pelaku penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas.

Upaya yang dilakukan saat ini hanyalah dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang ada. "Yang terpenting barangnya bisa ditemukan sebelum diambil warga binaan," tegas Suprapto.

Upaya serupa juga dilakukan melalui tes urin yang diikuti seluruh pegawai Lapas Purwakarta. Menurut Suprapto, pegawai Lapas yang terbukti menggunakan narkoba bisa dicurigai menjadi oknum penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polisi Resor Purwakarta Ajun Komisaris Heri Nurcahyo menegaskan komitmennya bersama Kalapas Purwakarta. Mereka menyatakan akan menindak tegas oknum penjaga Lapas yang terbukti menyelundupkan barang terlarang.

"Pelemparan ke dalam Lapas sudah terjadi beberapa kali. Seingat saya ada dua kali sabu dan satu kali tembakau gorila. Telepon seluler juga jangan sampai masuk karena bisa digunakan untuk pengedaran narkotika," tutur Heri saat dihubungi.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA