Polres Cianjur Ungkap Praktik Perdagangan Manusia Kepada Turis Asing

Crime Story

Rabu, 9 Oktober 2019 | 09:23 WIB

191009092447-polre.jpg

dok

ilustrasi

SATUAN Reserse Kriminal Polres Cianjur berhasil membongkar sindikat perdagangan orang di area villa Kota Bunga. Sebanyak lima orang pelaku diamankan usai kedapatan melakukan praktik perdagangan orang bermodus transaksi seksual khusus kepada wisatawan asing.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Prayitno mengatakan, ada delapan korban yang diamankan. Tiga orang merupakan laki-laki yang dipekerjakan sebagai ladyboy dan lima orang perempuan ditawarkan sebagai pekerja seks komersial (PSK) oleh para tersangka.

”Delapan orang ini dijadikan PSK untuk melayani warga asing yang ada di Kota Bunga Kecamatan Sukanagalih. Mereka mencari keuntungan dengan memperjualbelikan anak kepada wisatawan,” ujar Juang, di Mapolres Cianjur, Selasa (8/10/2019).

Ia mengatakan, tersangka berinisial BN (21), JK (26), JJ (25), MM (28), JE (38), tiga diantaranya merupakan perempuan. Mereka bermodus jual beli jasa seksual itu dengan merekrut terlebih dahulu. Setelah mendapatkan calon PSK, mereka menawarkannya kepada wisatawan yang didominasi oleh turis Timur Tengah.

Menurut Juang, para pelaku menggunakan motor dan mobil untuk berkeliling di kawasan villa Kota Bunga. Saat berkeliling, pelaku menawarkan korban untuk memberikan pelayanan seksual.

”Berdasarkan penyidikan, harga yang ditawarkan itu berbeda-beda. Karena ada yang melayani per jam atau per hari, kalau yang per jam itu sekitar Rp300.000-500.000,” ucapnya.

Wartawan PR, Shofira Hanan melaporkan, kini para pelaku diancam Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp600 juta.

Sementara itu, orang asing yang diduga akan menggunakan jasa seksual itu pun sudah dilaporkan.

”Tindakan kami ini sekaligus menjawab selebaran yang beredar di media sosial. Banyak yang menginginkan kalau Kota Bunga bisa kembali menjadi lokasi wisata bukan area seks komersil,” ujar Juang.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Cianjur melalui timsus TPPO terus mendata terkait kasus serupa yang terjadi di area Cianjur.

Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA