Diungkap Aparat Nigeria

Dikumpulkan di "Pabrik Bayi", Belasan Wanita Digagahi Hingga Hamil dan Melahirkan

Crime Story

Jumat, 4 Oktober 2019 | 15:38 WIB

191004153715-dikum.jpg

dailymail

Sembilan belas wanita hamil dan empat anak diselamatkan dari “pabrik bayi” di Nigeria. Aparat kepolisian Lagos, kota terbesar di Nigeria, menggerebek empat bangunan awal pekan ini dan menemukan para wanita  berusia antara 15 dan 28  bersama sejumlah bayi. Salah satunya bahkan baru berumur satu hari.

Dikutip dari DailyMail kemarin, laporan media setempat, petugas juga menangkap Happiness Ukwuoma (40) dan Sherifat Ipeya (54) yang diduga bekerja sebagai perawat tak terlatih di pabrik bayi tadi.

Namun polisi masih mencari tersangka utama,  yaitu wanita yang diidentifikasi sebagai Nyonya Oluchi dan diketahui ibu dari lima anak. Penyelidik mengatakan, bayi yang dilahirkan belasan wanita ini  diperdagangkan dan dijual seharga £ 1.000 atau Rp 17,4 juta untuk bayi  laki-laki dan $ 700 atau Rp 9,8 juta untuk bayi perempuan.

Belasan wanita dipaksa hamil.

Bukan praktik langka.

Mayoritas dari belasan wanita yang tengah hamil itu merupakan korban penipuan. Mereka dirayu untuk meninggalkan desa dan dikumpulkan di sebuah bangunan. Mereka bersedia karena dijanjikan pekerjaan rumah tangga di Lagos sebelum dipaksa hamil. Tanpa diduga mereka harus menghadapi sejumlah pria yang kemudian secara bergantian memperkosa dan menghamili.

Beberapa wanita yang bergabung dengan sindikat bayi ini secara sukarela percaya  mereka akan dibayar. Tapi buktinya uang tak kunjung datang. The Guardian Nigeria menyebut, petugas mendapat laporan mengenai pabrik bayi ini pada 19 September lalu melalui informasi warga sekitar yang curiga dengan banyaknya wanita hamil di sana.

Happiness Ukwuoma dan Sherifat Ipeya bertugas membantu korban melahirkan tanpa latar medis apa pun.

Salah satu wanita yang diselamatkan kepada surat kabar Vanguard mengatakan dia meminjam uang untuk melakukan perjalanan dari desa asalnya ke Lagos dengan janji pekerjaan rumah. Namun ketika  tiba di halte bus kota, telepon miliknya dirampas. Berikutnya ia dibawa ke “pabrik” di mana dia diberitahu bahwa dirinya akan tinggal di sana hingga satu tahun.

Dalam pengakuannya ia dijadikan pelacur dan tidur dengan pelanggan setiap malam sebelum ketahuan hamil. Setelah hamil dia dipindahkan ke bangunan lain dan dijanjikan uang banyak jika melahirkan dengan selamat. Polisi mengatakan para wanita itu sekarang menjalani rehabilitasi dan penyelidikan masih berlangsung.

Praktik pabrik  bayi ternyata bukan kasus langka di Nigeria. Minggu sebelumnya bayi berumur satu minggu diselamatkan dari sindikat perdagangan ilegal di Lagos. Sementara operasi besar tahun lalu berhasil menyelamatkan 160 anak-anak.

That is just heartbreaking..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA