Sisanya Dibelikan HP, Dikejar Tagihan Kartu Kredit Ibu Muda Jual Bayi Kembarnya

Crime Story

Selasa, 10 September 2019 | 13:00 WIB

190910125350-sisan.jpg

dailymail

Seorang ibu muda dari Negeri Tirai Bambu menjual bayi kembarnya yang baru lahir seharga £ 7.400 atau Rp 128 juta untuk melunasi tagihan kartu kredit. Bocah-bocah mungil yang belum berusia dua minggu itu dijual kepada dua keluarga yang tinggal lebih dari 700 kilometer jauhnya dari kampung halaman mereka di Cina timur.

Dikutip dari DailyMail kemarin, hasil dari menjual buah hatinya itu ibu mereka yang masih berusia 20-an juga dilaporkan membeli telepon baru. Akibat aksinya yang dibantu seorang teman, ibu muda ini ditangkap  polisi. Sementara kedua anaknya diselamatkan dan diberikan kepada kakek nenek mereka untuk dirawat. Kasus mengejutkan itu diungkapkan kepolisian  Cixi, Provinsi Zhejiang, Jumat lalu.

Menurut polisi, pelaku yang bernama keluarga keluarga Ma  melahirkan putra kembarnya September tahun lalu. Lahir prematur, keduanya harus dimasukkan  dalam inkubator untuk perawatan segera.

Dua bayi pelaku berhasil ditemukan.

Sementara itu, ayah dari si bayi  yang dikenal dengan nama Wu kabarnya menolak membantu atau sekadar datang ke  rumah sakit. Begitu pun orangtuanya menolak untuk membantu. Merasa anak-anaknya hanya akan menjadi  beban, Ma memutuskan untuk menjualnya kepada orang asing.

Dia menjual salah satu dari anak laki-lakinya seharga 45.000 yuan atau Rp 88 juta dan anak yang satunya lagi 20.000 yuan atau Rp 39 juta. Sang ibu menggunakan uang itu untuk melunasi tagihan kartu kreditnya dan membeli ponsel baru.

Polisi mengatakan Wu yang tidak terikat pernikahan Ma kemudian muncul  meminta bagian dari “keuntungan” menjual anak kembarnya  untuk melunasi utang. Tapi Ma mengatakan bahwa uang itu telah dihabiskan olehnya. 

Pembeli dan penjual sama-sama dihukum.

Kepolisian Cixi yang baru menerima laporan kasus ini pada bulan Juli  membentuk dua tim terpisah untuk menemukan dua anak laki-laki pelaku. Salah satu dari mereka dibeli pasangan  Provinsi Anhui dan yang lainnya dibawa ke Provinsi Shandong.

Beruntung kedua bayi tadi berhasil ditemukan dan keluarga angkat mereka bersedia  untuk menyerahkannya pada  polisi setelah petugas menjelaskan kepada mereka betapa seriusnya kasus ini. Kini dua kakak beradik itu telah diberikan kepada orangtua Ma.

Sementara Ma dan Wu ditangkap oleh polisi. Sesuai regulasi pelaku  perdagangan anak dapat dipenjara hingga 10 tahun. Keluarga yang membeli anak-anak yang diperdagangkan juga dikenai hukuman.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA