Bermodal Revolver Rp12 Juta Cicilan, Residivis Kembali Beraksi

Crime Story

Jumat, 6 September 2019 | 11:29 WIB

190906113333-bermo.jpg

Remy Suryadie

BARU enam bulan menghirup udara bebas dari rumah tahanan Kebonwaru, Oki Nawa alias Oki kembali harus berurusan dengan polisi setelah dirinya kembali melakukan aksi pencurian dengan kekerasan.

Bahkan aksinya kali ini terbilang cukup nekat. Ia mempersenjatai senpi rakitan, dan kerap menodongkan senpi tersebut kepada korbannya. Seperti yang dilakukannya di Jalan Sulaksana, pada 3 September 2019 sekira pukul 01.30 WIB lalu.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema melalui Kapolsekta Kiaracondong Kompol Asep Saepudin kepada wartawan di mapolsekta kiaracondong, Jumat (6/9/2019) memaparkan, saat itu pelaku berangkat dengan rekannya Agus Sulaiman menggunakan motor matik dari kediamannya di Cibiru. Ia bersama Agus kemudian berangkat menuju kawasan Antapani.

Saat tiba di depan Kampus BSI, Jalan Sukalasana, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, pelaku Oki dan Agus, menghampiri dua orang warga yang sedang makan pecel lele, salah satu korban saat itu tengah memainkan ponselnya.

"Pelaku ini langsung merebut sambil menodongkan senjata api rakitannya itu," tersang Asep.

Setelah berhasil merebut ponsel dan sejumlah uang dari kedua korban tersebut, dua pelaku langsung melarikan diri. Namun aksinya tersebut diketahui warga, yang langsung mengejar keduanya.

Warga yang meneriaki kedua pelaku tersebut terdengar oleh anggota polisi yang tengah berpatroli. Kemudian polisi pun turut mengejar pelaku. OKI dan Agus sempat diberikan tembakan peringatan namun tidak mengindahkannya.

"Kami pun terpaksa berikan tindakan tegas dan terukur, karena pelaku mencoba melarikan diri," katanya.

Timah panas polisi pun tembus di kaki kanan pelaku Oki. Sementara pelaku Agus langsung menyerahkan diri, setelah terkepung warga dan polisi. Dari keduanya polisi amankan barang hasil curian, sejumlah uang dan satu sepeda motor hasil curian. Polisi juga amankan satu senpi yang di bawa Oki saat beraksi.

Dari hasil pendalaman, OKI mengaku senjata api jenis revolver tersebut didapat dari rekan sesama napi saat ia menjalani masa tahanan di rutan Kebonwaru. Ia mengaku membeli seharga Rp12 juta setelah ia dan rekannya itu bebas dari penjara.

"Jadi waktu sudah bebas, teman saya nawarin senjata api. Harganya Rp12 juta, saya bayarnya nyicil itu," kata Oki.

Sewaktu Oki membeli senjata api itu, ia mengatakan tidak langsung bertemu dengan temannya. Senjata itu disimpan di simpang jalan, yang ditanam di bawah tanah, beserta enam butir peluru.

"Namun pas saya ngambil yang waktu itu disimpan di Cibiru, hanya ada satu butir peluru," katanya.

Selain mengembangkan kasus pencurian disertai kekerasannya, polisi juga tengah mengembangkan kasus penjualan senjata api tersebut. Sementara kepada Oki dan Agus, polisi terapkan pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA