Wajah Korban Penuh Luka Sayat, Tak Rela Ada yang Lebih Cantik Dua Siswa Rusia Habisi Teman Sendiri

Crime Story

Jumat, 19 Juli 2019 | 14:41 WIB

190719144027-korba.jpg

dailymail

Dua remaja Rusia ditangkap  dengan tuduhan membunuh teman dekat  dan mantan teman sekelas dengan alasan korban berparas cantik. Korban bernama Viktoria Averina ditemukan dengan kondisi mengenaskan di Arkhangelsk. Wajah remaja 17 tahun itu nyaris tak dikenali setelah "dirusak" dengan pecahan botol. Tak itu saja, Vika juga mendapat siksaan fisik sebelum dijerat pelaku hingga tewas.

Dikutip dari DailyMail kemarin,  awalnya polisi menduga Vika mengembuskan napas terakhir dalam pembunuhan brutal di tangan seorang “maniak pria”. Tapi nyatanya pelaku tak lain dua mantan teman sekelas yang sama-sama berusia  16 tahun. Pelaku yang hanya disebut bernama depan Lina dan Irina kini telah dicokok. Keduanya juga telah mengakui perbuatannya.

Viktoria Averina.

Lina dan Irina.

Penyelidik dari aparat keamanan setempat mengungkap alasan pelaku tega menghabisi korban, “Menurut para pelaku yang masih belia, korban dihabisi karena dianggap lebih cantik daripada teman-temannya.” Dalam interogasi polisi, para pelaku berdalih  selama hidup korban kerap membuat mereka terhina karena alasan penampilan.

"Mereka tidak suka sikapnya. Di luar itu, ketiga gadis ini berasal dari keluarga yang secara sosial sangat normal," ungkap seorang aparat. Vika yang belajar di perguruan tinggi untuk menjadi chef memang cantik tapi para pelaku menganggapnya sombong. Entah seperti apa kebenarannya.

Vika (kanan) bersama temannya yang lain Kristina.

Korban dan kedua pelaku bersekolah di tempat yang sama.

Yang pasti di hari terakhirnya, kedua tersangka membujuk  Vika untuk mendatangi  bangunan kosong dengan alasan mengada-ada. Saat datang korban ternyata mendapat serangan. Keterangan   komite investigasi regional Arkhangelsk, salah satu tersangka menahan tubuh Vika sementara yang lain melukai wajahnya.

Mereka memukul kepala korban dengan botol hingga pecah dan pecahannya kemudian digunakan untuk merusak bagian tubuh korban terutama muka. Setelah itu mereka  mencekik korban hingga mati lemas. Keduanya pulang ke rumah dengan meninggalkan jasad korban di semak di antara rel dan berpura-pura syok saat bukti kejahatannya ditemukan.

Area real kereta api di Arkhangelsk di mana jasad Vika ditemukan.

Wajah korban rusak akibat sayatan pecahan botol.

Sementara salah seorang teman ketiganya kepada media lokal mengatakan, selama ini mereka terbilang dekat. Ia juga mengakui Vika memang memiliki paras rupawan. “Vika gadis yang cantik tetapi itu tak bisa menjadi alasan bagi siapa pun untuk memperlakukannya seperti ini,” katanya.

Laporan lain juga mengatakan di detik-detik terakhir hidupnya Vika sempat mengirim pesan pada seorang teman untuk memintanya menghubungi ibunya karena tidak memiliki cukup pulsa. Vika dan kedua pelaku bersekolah di tempat yang sama tetapi Vika berhenti  untuk memulai kursus chef di perguruan tinggi. Para tersangka kini menghadapi hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA