Nyangkut di Balkon, Dilempar Ibu Sendiri dari Lantai Tiga Bayi Merah Ini Selamat

Crime Story

Selasa, 11 Juni 2019 | 17:15 WIB

190611142036-bingu.jpg

dailymail

Seorang ibu muda ditahan aparat kepolisian setelah melakukan aksi yang tak terbayangkan. Dikutip dari DailyMail kemarin, ia melemparkan putranya yang baru lahir melalui jendela dari lantai tiga apartemen. Warga Cina selatan itu melakukannya karena bingung dan malu setelah melahirkan di luar nikah.

Beruntung bayi merah yang dilemparnya mendarat tepat di atap balkon lantai bawah dan diselamatkan para tetangga. Awalnya sejumlah tetangga yang bekerja di salah satu kamar yang disewa perusahaan kecil itu mendengar tangisan.  Sempat dikira suara kucing, saat mengetahui suara tadi  berasal dari bayi berlumur darah yang tergeletak di balkon, mereja pun ketakutan dan menghubungi polisi.

Korban diselamatkan warga setelah jatuh ke balkon (kanan).

TKP.

Keterangan pihak kepolisian, pelaku berusia 22 tahun dan belum menikah. Ia melahirkan bayi laki-laki seorang diri pada hari Sabtu lalu. Setelah memotong tali pusar buah hatinya, ibu yang gelap mata itu kemudian melempar si bayi dari jendela. Laporan media setempat, kini bayinya dalam kondisi stabil dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Dikutip dari The Paper, sejumlah tetangga pelaku yang sama-sama tinggal di salah satu apartemen di Changsha,  Hunan mengatakan pagi itu mereka mendengar tangisan yang sesekali tertahan dari balkon. Dikira suara kucing, nyaris tak ada yang repot-repot memastikannya hingga salah satu dari mereka yakin jika yang didengarnya bukan kucing.

Balkon yang bernoda darah.

Warga menggendong bayi beberapa saat usai evakuasi darurat dengan tangga.

"Aku tiba di tempat kerja di apartemen ini sekitar pukul 8.30 pagi dan rekanku yang juga seorang ibu yakin sekali  ada suara  tangisan bayi di balkon," ujar seorang saksi mata kepada situs berita video Pear. “Kami pun keluar dan benar saja ada bayi terbaring di balkon. Aku sampai menangis melihatnya,” lanjutnya.

Karena tak mudah melakukan evakuasi, mereka meminta seorang rekan  pria untuk naik ke balkon dengan tangga sementara rekannya yang perempuan  mengikuti dan “bertugas” menggendong si bayi. Rekaman video menunjukkan perempuan  tadi menggendong korban yang kemudian diselimuti kain putih sambil menunggu petugas medis dan pihak berwenang tiba.

Saksi mengaku tak sampai hati hingga menangis.

"Aku senang bayinya dalam kondisi stabil tapi dokter sebelumnya mengingatkanku yang tidak memakai sarung. Katanya, ‘Tangan Anda berlumuran darah. Pernahkah Anda memikirkan risiko penularan HIV?’" ujarnya.

Menurutnya ia hanya berpikir tentang bagaimana menyelamatkan bayi malang tersebut tanpa mengingat risiko HIV atau lainnya. Sedangkan pelaku yang diidentifikasi bernama keluarga Fu diketahui merupakan warga pendatang dari Taojiang yang pindah untuk bekerja. Apa pun alasannya kini ia dalam pengawasan polisi.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA