Polres Garut Bongkar Prostitusi Online Via Michat

Crime Story

Senin, 27 Mei 2019 | 08:38 WIB

190527083954-polre.jpg

POLRES Garut Jawa Barat membongkar kasus prostitusi online di kawasan wisata Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Selain mengamankan PSK dan Lelaki Hidung Belang, dua orang mucikari ikut diringkus di penginapan dan karaoke, yang terjadi pada Jumat (24/5/2019) malam.

Dalam membongkar prostitusi online tersebut, kedua mucikari SA dan TA dalam memikat calon konsumennya melalui aplikasi perpesanan "Michat" dengan memasang foto PSK.

Bahkan selain memasang foto-foto PSK, ada status story dengan kode Open Booking Order (Open BO).

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan kedua muncikari tersebut memasang tarif harga PSK dengan harga Rp500ribu hingga Rp1juta sekali kencan dengan durasi waktu kurang lebih dua jam. Kode Open BO bagia setiap kontak PSK dimaksudkan agar mudah memikat calon konsumen atau lelaki hidung belang.

"Open BO kode itu memang digunakan para PSK termasuk kedua muncikari yang kami amankan, kode itu supaya mudah dikenali bahwa itu kontak PSK, " ujarnya, Senin (27/5/2019)

Budi menuturkan, pada awal transaksi antara lelaki hidung belang dengan mucikari dilakukan melalui perpesan "Michat", setelah sepakat dengan tarif dan PSK yang diinginkan, lelaki hidung belang akan diberi nomor kontak Whatsapp.

Seperti halnya muncikari SA (18) yang sudah menggaet lelaki hidung belang kemudian melalakukan pertemuan di penginapan. Muncikari TA (44) sebagai penyedia PSK akan mengatur dimana PSK dan lelaki hidung belang tersebut akan berkencan menyalurkan nafsunya.

"Jadi begini kesepakatannya untuk biaya kamar dibebankan kepada lelaki hidung belang, " kata Budi.

Budi menuturkan cara pembayaran untuk PSK sendiri dilakukan secara tunai, usai lelaki hidung belang memilih PSK yang diinginkan. Misalnya PSK yang dipatok Rp500ribu, uang tersebut akan diterima oleh PSK bersangkutan antara Rp200-Rp250ribu.

"Jadi muncikari ini yang mengambil untung besar, hanya melakukan transaksi kemudian mendapatkan uang," ujarnya.

Atas kasus ini kedua mucikari SA dan TA sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR