Terlibat Cinta Segitiga, Jufri Meregang Nyawa Dianiaya Kekasih dan Pacarnya

Crime Story

Senin, 25 Maret 2019 | 13:43 WIB

190325134506-terli.jpg

Ade Hadeli

Jufri (44) penduduk Rawamangun Jakarta, harus meregang nyawa karena dianiayaya akibat terlibat cinta segitiga.

Sebelum tewas, korban dianiyaya oleh DM alias Dian (kekasihnya) dan SM alias Gufron (yang juga kekasih Dian). Dalam aksinya itu, pelaku dibantu JIS alias Joni, ABS alias Andri dan MLG alias Marbun (DPO).

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, saat menggelar press release Senin (25/3/2019) mengatakan, kasus tersebut terungkap bermula dari penemuan korban di wilayah Babakanasem, Desa Wargaluyu Kec.Tanjungmedar, Kab.Sumedang pada 18 Maret lalu.

Saat ditemukan warga, korban dalam kondisi kritis dan terdapat lebam pada tubuhnya. Untuk selanjutnya, anggota Polsek Tanjungmedar segera melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.

"Namun hanya beberapa hari menjalani perawatan korban akhirnya meninggal dunia," kata Hartoyo. 

Curiga ada yang tidak beres, polisi pun lantas melakukan outopsi. Alhasil, pada usus korban ditemukan luka sepanjang 3 cm, yang diduga kuat sebagai penyebab meninggalnya korban.

"Dari hasil outopsi itu, lalu penyidik melakukan pengembangan, hingga akhirnya kasus ini terungkap, dan pelakunya bisa kita amankan," ujarnya.

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku terungkap, jika antara korban dan SM sama-sama menjalin hubungan dengan Dian. Sedangkan penganiyaan itu sendiri berawal dari percekcokan korban dengan tersangka Dian, lewat percakapan ditelephone, setelah mengetahui kekasihnya itu menjalin hubungan dengan pria lain.

Selain itu korban mengancam akan menyebarkan foto tak senonoh tersangka. Dari situlah tersangka Dian bersama Gufron dibantu tersangka lainnya berencana mengasih "pelajaran" kepada korban.

Rencana tersebut diawali dengan cara Dian minta ketemuan dengan korban di Terminal Kampung Rambutan Jakarta. "Dilokasi tersebut korban mendapat kekerasan dan langsung dibawa ke mobil tersangka. Disepanjang perjalanan korban masih mengalami kekerasan hingga akhirnya dibuang di wilayah Sumedang," papar Hartoyo.

Dari tangan tersangka turut diamankan barang bukti berupa satu unit mobil Daihatsu Terios, dompet, buku tabungan, ATM, KTP dan handphone. "Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 ayat (4) KUH Pidana, atau Pasal 338 KUH Pidana atau Pasal 170 ayat (2) Ke 3 KUH Pidana atau Pasal 351 ayat (3) KUH Pidana," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR