Tipu Istri dan Orangtua, Demi Judi Online Pria Ini Tega Jual Anak Balitanya

Crime Story

Jumat, 22 Maret 2019 | 13:35 WIB

190321155932-jual.jpg

dailymail

Kasih anak sepanjang galah, kasih ayah sepanjang tak punya utang. Demikian mungkin ungkapan untuk kasus yang satu ini. Dikutip dari DailyMail kemarin, seorang ayah harus berurusan dengan aparat setelah nekat menjual buah hatinya via transaksi online.

Aksi diketahui saat sang putri yang disebutnya dibawa mengunjungi neneknya tak kunjung pulang. Tak hanya sehari dua hari tapi tiga bulan lamanya. Laporan media setempat ayah yang gelap mata itu nekat melakukannya setelah dililit utang sebesar £6.800  atau sekitar Rp 128 juta.

Utang tadi menjeratnya akibat kecanduan judi online. Warga Guiyang, provinsi Guizhou, Negeri Tirai Bambu bernama keluarga Jiang tersebut kebingungan saat tahu dirinya tak punya uang sepeser pun. 

Anak balita pelaku akhirnya ditemukan.

Dijual ayah sendiri.

Pengangguran itu kemudian melakukan apa yang membuat warga emosi. Entah apa yang ada dalam pikirannya, yang pasti yakin akan membereskan utang dengan menjual darah daging sendiri, ia kemudian membawa putrinya yang baru berusia satu tahun dari rumah. Kepada  sang istri pelaku mengaku akan membawa putri mereka untuk bermalam bersama neneknya.

Jiang meyakinkan istrinya jika ia hanya ingin mengunjungi ibunya di Zunyi, sekitar 140 kilometer dari kediamannya dengan membawa serta buah hati mereka.  Tapi seperti yang diberitakan Guiyang Evening News, ditunggu hingga satu minggu bahkan berbulan-bulan berlalu, istri pelaku yang bermarga Wang mulai curiga saat anak  perempuannya yang dititipkan pada neneknya itu tak juga dibawa pulang.

Tiga bulan ibu korban menanti.

Setiap kali bertanya pada suaminya tentang keberadaan putri mereka, pelaku  akan memberinya alasan berbeda untuk menunda kepulangan. Namun semua terungkap  bulan Februari lalu. Tepatnya  saat Wang memeriksa telepon genggam suaminya di rumah. Ia menemukan tangkapan layar percakapan antara suaminya dan seseorang mengenai jual beli anak. Tak hanya kaget, emosinya campur aduk.

Hari itu juga ia mendatangi ibu mertuanya. Tubuhnya lemas saat diberitahu jika Jiang sudah membawa pulang putrinya berminggu-minggu sebelumnya. Kalut ia  pun mendatangi kepolisian Qianling. Tak hanya itu, Jiang pun ikut raib. Baru setelah investigasi dilakukan pelaku ditemukan di sebuah hotel di  Guiyang.

Akhirnya kembali bersama ibu.

Tanpa mengelak ia mengaku memiliki utang gara-gara kecanduan judi. Tak tahu harus bagaimana, saat tengah scrolling ia melihat postingan mengenai adopsi anak. Merasa mendapat “ide” ia menawarkan putrinya pada pasangan yang tengah mencari anak untuk diadopsi. 

Kepada calon pembeli anaknya tadi, ia berbohong  dengan mengaku sebagai warga  Zhoushan, Zhejiang yang tak lagi mampu membesarkan anak setelah  bercerai dan kedua orangtuanya meninggal.

Sekitar 60 anak di Pusat Kesejahteraan Anak Guiyang menunggu untuk kembali ke pangkuan orangtua mereka setelah diselamatkan polisi dari perdagangan manusia pada Oktober 2009.

Berikutnya seperti yang diungkap media dia membawa sang putri dari ibunya pada 5 November dan terbang mengantarkannya pada “pembeli” di Zhoushan, lebih dari 1.850 kilometer dari rumah mereka. Menyusul laporan Wang, hasil investigasi berhasil membawa pulang anak pelaku ke pangkuan ibu kandungnya.

Saat ini Jiang dalam tahanan kepolisian atas dugaan perdagangan manusia. Penculikan dan perdagangan manusia termasuk balita dan anak-anak selama ini menjadi masalah sosial  serius di Cina. Diperkirakan 70.000 anak hilang setiap tahun untuk dipekerjakan secara  paksa, adopsi atau prostitusi. Atau dijual ayah sendiri gara-gara judi..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR