Tak Inginkan Anak Keempat, Ibu Cekoki Balita Belasan Bulan Cairan Pemutih dan Sabun Sejak Lahir

Crime Story

Jumat, 22 Februari 2019 | 14:17 WIB

190222141732-baru-.jpg

dailymail

Kasih ibu sepanjang masa sepertinya tak berlaku untuk Elif K. Perempuan asal Turki ini terbukti dengan sengaja mencekoki buah hatinya sendiri dengan cairan pemutih dan sabun cair nyaris sejak lahir. Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, ia mengaku melakukannya karena tak merasa “tak terkoneksi” dengan balita 18 bulan tersebut.

Tak hanya itu, warga Istanbul itu juga beberapa kali melukai bayi perempuan bernama   Eylul Miray tersebut. Dalam kasus yang memicu kontroversi ini Elif juga mengakui dirinya mulai melakukan kekerasan tak terbayangkan itu sejak Eylul masih berusia satu bulan. Fakta yang juga mengejutkan, Elif sebelumnya sudah dua kali diperiksa polisi dan dua kali pula dibebaskan.

Eylul.

Dia akhirnya menyerahkan diri untuk ketiga kalinya setelah Eylul dilarikan ke rumah sakit. Kepada jaksa penuntut yang kemudian menindaklanjuti kasus ioni, elif mengatakan, "Aku tidak bisa mencintai putriku. Aku tidak bisa bersikap hangat padanya. Jasi aku  memutuskan untuk menyiksanya. Sejak usianya satu bulan, aku menyuntikkan pemutih dan sabun cair ke telinga, hidung, dan pusar.”  

Elif baru akan menghentikan aksinya saat bocah cantik itu mulai berdarah.  “Tapi aku selalu membawanya ke rumah sakit untuk perawatan. Ketika kembali ke rumah, aku akan  terus menyiksanya. Aku  menyuntiknya dengan pemutih dan sabun serta melukainya dengan pisau cukur di kepala, mata, kaki, lengan dan dada,” paparnya dingin. 

Salah satu sudut Istanbul.

Bahkan di rumah sakit pun ia diam-diam menyuntikkan dua cairan membayakan tadi langsung ke nadi Eylul. Sesuatu yang tak jarang dilakukannya juga di rumah. Elif yang tinggal bersama suaminya Eray K. dan ketiga anak mereka di distrik Avcilar di Istanbul, pertama kali dicurigai ketika Eylul terus menerus jatuh sakit. 

Sang ayah membawanya ke dokter saat melihat si bungsu mengeluarkan  darah di telinga dan pusar. Ia juga mendapati  memar di sekujur tubuhnya. Namun, dokter tidak memberinya diagnosis pasti. Di usia sembilan bulan kondisi Eylul sempat begitu memburuk hingga dilarikan ke Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Istanbul. 

Elif.

Retak di bagian tengkorak serta goresan dan memar di seluruh tubuhnya membuat dokter curiga dan menghubungi polisi yang melakukan penyelidikan. Elif pun ditangkap dan diinterogasi tetapi kemudian dibebaskan setelah  meyakinkan polisi bahwa dia tidak bersalah. Namun kesehatan Eylul terus memburuk dan kembali dirawat di rumah sakit pada Agustus tahun lalu. 

Elif kembali ditanyai untuk kedua kalinya tetapi kemudian dibebaskan. Baru ketika Eylul dibawa ke rumah sakit untuk ketiga kalinya di Rumah Sakit Sultan Suleyman Kanuni, dokter menolak  memberikan akses bagi  Elif untuk menemui anaknya dan Eylul pun mulai pulih. Saat  kecurigaan pada  dirinya makin menguat, Elif memilih menyerahkan diri pada aparat. 

Tiga kali dibawa ke rumah sakit.

Tanpa berbelit, ia mengakui semua perbuatannya. Elif pun disebut kooperatif selama peradilan berlangsung hingga akhirnya dinyatakan bersalah. Sidang lebih lanjut akan digelar untuk menentukan hukuman. Sedangkan Eylul kini berada dalam perawatan ayahnya Eray dan dilaporkan mulai kembali sehat.

Thanks God!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR