Lewat Sabuk dan Celana, Jasad Mutilasi di Malaysia Dipastikan Bos Tekstil Baleendah

Crime Story

Senin, 11 Februari 2019 | 13:48 WIB

190211135040-lewat.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

Meli Rahmawati (33) menunjukkan foto suaminya Nuryanto (37) warga Kp. Ciodeng, Kel. Bojong Malaka, Kec. Baleendah, Kab. Bandung, yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia.

BOS tekstil warga Kp. Ciodeng, Kel. Bojong Malaka, Kec. Baleendah, Kab. Bandung, Nuryanto (37) diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia. Informasi ini ramai di sejumlah media massa di Malaysia, setelah kepolisian setempat pada 26 Januari 2019 lalu, mengumumkan penemuan mayat yang telah dimutilasi di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Di lokasi Sungai Buloh tersebut, selain tubuh yang diduga Nuryanto, di sampingnya kepolisian Malaysia juga menemukan satu mayat lainnya yang diduga Ai Munawaroh yang merupakan teman Nuryanto.

Istri Nuryanto, Meli Rahmawati (33) menuturkan, suaminya pada 17 Januari 2019 lalu izin kepadanya akan pergi ke Malaysia, untuk urusan bisnis. Selama di Malaysia, Nuryanto masih sering berkomunikasi melalui telepon seluler dengan keluarganya di Baleendah.

"Berangkat 17 Januari (Kamis, red), nah pas 19 Januari (Sabtu, red) menelepon. Kemudian tanggal 21 Januasi menelepon lagi untuk terakhir kalinya, itu malam-malam neleponnya. Satu hari setelahnya tanggal 22 Januari hilang kontak," ujar Meli saat ditemui wartawan di kediamannya di Kampung Ciodeng, Senin (11/2/2019).

Semula tidka ada firasat buruk apapun yang dirasakan Meli. Karena tidak ada kabar lagi, ia menyuruh anaknya untuk menghubungi Nuryanto pada 31 Januari. Namun, telepon Nuryanto saat itu sudah tidak aktif, bahkan hingga saat ini.

"Saya kaget saat dapat kabar dari adik ipar (adik Nuryanto, red), kalau di Malaysia ada penemuan mayat, katanya diduga suaminya saya," katanya.

Dengan tujuan mencari kepastian, Jumat (1/2/2019) lalu pihak pengacara keluarga langsung berangkat ke Malaysia disusul oleh adik korban, Senin (4/2/2019), untuk melakukan test DNA dan memastikan jenazah tersebut apakah benar Nuryanto atau bukan.

Meli mengaku, ada beberapa kecocokan antara pakaian yang dikenakan oleh suaminya dengan hasil temuan pihak kepolisian di Malaysia.

"Dari Malaysia saya diminta mengirim foto celana dalam beda-beda merek. Ternyata ada yang cocok, ikat pinggang warna hitam dominan hijau katanya sesuai. Tapi kalau baju tidak kenal, kalau celana iya (cocok, red) celana panjang standar blue black," ungkapnya.

Saat ini, tambah dia, pihak keluarga masih menunggu hasil test DNA yang sudah dilakukan sang adik di Malaysia. Hasil test DNA sendiri akan keluar paling cepat dua minggu dan paling lambat satu bulan.

Tim pengacara keluarga Nuryanto, Hermawan mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari Kepolisian Malaysia.

"Berdasarkan informasi dan keterangan kepolisian Malaysia, jenazah itu diduga klien kami (Nuryanto, red). Sebab petunjuk kepolisian Malaysia mengarah kepada Nuryanto, soalnya ditemukan bukti petunjuk di sekitar lokasi," ujar Hermawan.

Hermawan menuturkan, korban pergi ke Malaysia untuk urusan bisnis. Nuryanto merupakan pengusaha tekstil di Kabupaten Bandung. "Pertama klien kami berangkat 17 Januari 2019. Tanggal 17 itu rencananya mau ngambil uang ke Malaysia, karena klien kami bisnisnya menjual kain juga di Malaysia, beliau ke sana untuk ketemu relasinya," katanya.

Selama di Malaysia, lanjut dia, Nuryanto tiga kali pindah hotel. Pada 22 Januari pihaknya putus komunikasi dengan Nuryanto. Tim pengacara langsung mengkonfirmasi ke maskapai Air Asia, pemberangkatan dan kepulangan Nuryanto tercatat dari 17-23 Januari 2019.

"Kami lost contact tanggal 22 Januari, handphone dia sudah tidak aktif. Karena chek in di hotel terakhir tanggal 21 sampai 23, otomatiskan tanggal 23 dia harus pulang, masuk tengah malamnya tanggal 21 sudah lost contact," terangnya.

Dua mayat tersebut, kata dia, ditemukan sepekan setelah hilang kontak tepatnya pada 26 Januari. Menurut Hermawan, pihak kepolisian Malaysia sudah menahan dua orang tersangka yang diduga melakukan mutilasi terhadap dua WNI di Malaysia ini. Dia mengatakan, terakhir korban berhubungan dengan dua orang kliennya, yaitu Ikbal alias Jimmy dan Muhammad Abas.

"Patut diduga otaknya mereka. Polisi masih menyelidiki, karena terakhir berhubungan Nuryanto dengan mereka berdua. Polisi sedang mengembangkan kasus ini, karena eksekutornya belum ditemukan," ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan pelaku asal Indonesia, tim pengacara menuturkan, bisa saja mengingat relasi bisnis korban juga banyak terdapat di Indonesia.

"Bisa kemungkinan karena di Indonesia juga banyak relasi, yang namanya orang bisnis masalah hutang piutang biasa saja. Tapi pembunuhan secara sadis, biasanya motifnya dendam. Kami lihat nanti pihak kepolisian sana," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR