Polisi Tangkap Pelajar Peracik Tembakau Gorilla di Apartemen Grand Asia Afrika

Crime Story

Senin, 11 Februari 2019 | 05:29 WIB

190211053133-polis.jpg

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Jabar mengamankan seorang pelajar berinisial MRF (18). Ia diduga sebagai otak dari 'home industry' tembakau gorilla.

Polisi mengamankan pelajar tersebut di Apartemen Grand Asia Afrika Residence, di Jalan Karapitan, Kota Bandung, yang di sewa olehnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengakui hal tersebut, Minggu (10/2/2019). Menurut Truno, Polda Jabar telah mengamankan MRF (18) sebagai otak dari industri kecil pembuatan barang haram tersebut.

"Pelaku MRF ini merupakan seorang pelajar namun telah bisa membuat narkotika yang berbahaya. Bahkan jika kelebihan dosisnya bisa membuat pemakainya menjadi 'gila' secara permanen," jelas.

Truno‎ mengungkapkan, terbogkarnya narkotika yang juga sering disebut Sintetic canabinoid ini berdasarkan laporan masyarakat. Masyarakat yang melaporkan di antaranya adalah sesama penghuni apartemen mewah yang berada di tengah Kota Bandung tersebut.

"Ditres Narkoba Polda Jabar dari Subdit 2, pun langsung melakukan penyelidikan saat mendapatkan laporan ini. Bahkan tim yang juga telah mengumpulkan bahan keterangan stand by di lokasi kejadian selama kurang lebih dua minggu," ucapnya.

"Jadi sekira pukul 22.30 pada Rabu 6 Februari 2019 lalu kami menggeledah kamar yang diduga kuat menjadi pabrikan tembakau gorilla itu. Kamar tersebut berada di lantai 18 pada kamar No. 26," katanya.

‎Pada operasi penggeledahan tersebut Ditres Narkoba langsung menangkap tersangka MRF. Kemudian ditemukan juga barang bukti yan‎g berada di atas tempat tidur dan di dalam lemari pakaian. Selain itu ditemukan pula barang bukti di dalam laci lemari berupa bahan kimia untuk membuat tembakau gorilla.

"Termasuk di laci tersebut didapatkan peralatan-peralatan khusus yang digunakan sebagai alat produksi. Sehingga tersangka pun tidak bisa mengelak saat kami dari Polda Jabar lakukan penangkapan," katanya.

Saat pemeriksaan Ditres Narkoba pun diarahkan oleh petugas keamanan dari apartemen mewah tersebut. "Petugas security bahkan ikut menyaksikan dan membantu proses penggeledahan dari kamar milik MRF ini," katanya.

Karena sudah terbukti secara nyata maka pihak kepolisian pun lanjut Truno langsung membawa tersangka MRF ke Mapolda Jabar. Tentunya hal ini dilakukan untuk mendalami kasus ini, karena bisa dimungkinkan tersangka terlibat jaringan yang lebih besar.

Sementara itu pihak kepolisian pun sejumlah mengamankan barang bukti di antaranya 10 paket sedang gorilla dengan berat 175,4 gram. Lalu ada juga 1 paket sedang lainnya dengan berat mencapai 8,74 gram.

‎"Kami juga amankan 1 kilogram tembakau gorilla yang disimpan di atas panci, selain itu ada juga 2 buah pil ekstasi yang salah satunya telah hancur. Diduga satu pil yang hancur itu adalah salah satu bahan campuran untuk membuat tembakau gorilla," katanya.

Polisi juga mengamankan 1 paket tembakau gorilla dengan bungkus oranye seberat 75,69 gram ditambah 1 paket lainnya dengan bungkus putih. Pada bungkus putih tersebut memiliki berat lebih ringan dari yang bungkus oranye yaitu seberat 28,7 gram.

‎Selain itu Ditres Narkoba Polda Jabar pun mengamankan 6 buah paket besar bahan mentah dengan berat 8 kg. Ditambah ‎8 paket kecil bahan mentah dengan berat 800 gram. Lalu ada juga 6 buah botol alkohol dengan kandungan 96 persen, dan 2 ponsel pintar jenis Oppo dan 1 jenis Samsung.

‎Akibat perbuatannya tersebut tersangka MRF bisa dijerat berbagai pasal tentang narkotika pada UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Di antaranya Pasal 111,112 dan pasal 114 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR