Tak Mau Berikan Password HP, Suami Tewas Dibakar Istri

Crime Story

Jumat, 18 Januari 2019 | 11:15 WIB

190118111541-tak-m.jpg

dailymail

Emosi suami menolak memberikan password telepon genggam miliknya, seorang perempuan asal Nusa Tenggara Barat melakukan apa yang mungkin tak terbayangkan. Dikutip dari DailyMail, Jumat (18/1/2019) dalam insiden beberapa waktu lalu itu, perempuan bernama Ilham Cahyani muntab saat sang suami, Dedi Purnama tak mengizinkannya membuka HP.

Rupanya Dedi mengunci HP-nya dengan password yang tak diketahui istrinya. Ilham sendiri menemukan HP tadi saat Dedi tengah membetulkan atap rumah. Penasaran saat tak bisa dibuka, Ilham yang terpaut satu tahun dari suaminya itu lantas keluar rumah dan  menanyakan password. Tapi ternyata jawaban Dedi (26) membuatnya naik darah.

Dedi semasa hidup.

Ditanya hingga dipaksa, Dedi tetap menolak. Penolakan yang tak hanya berujung adu mulut tapi juga maut. Mengaku mendapat pukulan, Ilham membalas dengan menyiramkan bensin ke sekujur tubuh Dedi dan memantikkan api yang seketika melalapnya. Akibat luka bakar tersebut, warga  East Lombok Regency, Nusa Tenggara Barat itu dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kepolisian Lombok Timur Made Yogi mengatakan, argumen antara pasangan muda ini memanas Dedi yang diteriaki pelaku turun dari atap dan melabraknya. Disebutkan, tak terima Ilham mengambil kaleng bensin dan menyiramkannya pada Dedi sebelum menyalakannya dengan korek api. Seorang saksi bernama Oji kepada wartawan mengatakan, ia   lari ke rumah Dedi setelah melihat api yang melalapnya dan membantu memadamkan.

Bertahan dua hari.

Dibantu tetangga.

Dedi kemudian dilarikan ke Pusat Kesehatan Keruak dan menjalani perawatan selama dua hari untuk luka bakar mengerikan yang dideritanya. Foto-foto memperlihatkan sebagian besar tubuh bagian atasnya yang terbakar sangat parah. Dedi meninggal setelah dua hari dirawat di rumah sakit.

Sedangkan Ilham yanng telah ditangkap dan dilaporkan masih ditahan di Kantor Polisi Daerah Lombok Timur. Tidak jelas apakah dia telah didakwa, yang pasti investigasi masih  berlangsung.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR