Dikira Istri, Ayah Gagahi Anak Perempuannya Sendiri di Malam Pernikahan

Crime Story

Jumat, 11 Januari 2019 | 14:00 WIB

190111111757-dikir.jpg

net

Kasus kriminal yang satu ini tak hanya memicu emosi tapi juga membuat bergidik. Bagaimana tidak, seorang ayah didakwa melakukan aksi pemerkosaan. Tak terbayangkan karena korban ternyata anaknya sendiri. Lebih tak masuk akal lagi, peristiwa tadi berlangsung tepat di hari pernikahan korban. Demikian dikutip dari DailyMail, Jumat (11/1/2019).

Apa yang membuat si ayah gelap mata? Dalam pembelaannya, pelaku menyebut tindakannya itu merupakan “kekeliruan”. Ia mengira buah hatinya itu istrinya. Kasus tak terbayangkan tadi terjadi di area perkebunan  dekat Kolding, Denmark Selatan, Agustus tahun lalu.

Kala itu ayah berusia 50 tahun tersebut melangsungkan resepsi pernikahan korban yang juga anak kandungnya. Saat pesta usai, korban yang berusia 20 tahun pingsan karena terlalu banyak meminum minuman beralkohol. Demikian juga dengan suaminya.

Berstatus ayah biologis, pelaku dan  anak perempuannya tersebut hilang kontak dalam beberapa tahun terakhir. Keduanya kembali berkomunikasi dan bertemu sekitar Natal tahun 2017. Dan tepat di hari pernikahannya jelang Natal kemarin, layaknya anak, korban mengundang si ayah ke pernikahan.



Kasus terungkap setelah media merilis laporan pengadilan yang menyebut, sebenarnya pengantin sudah disediakan kamar khusus di luar tempat lain yang sudah disewa. Tapi karena pasangan yang baru  menikah ini sama-sama mabuk, keluarga memutuskan untuk membiarkan keduanya tidur di kamar tempat resepsi digelar.

Disebutkan pukul 2.30 pagi itu korban dibantu ayahnya ke kamar pengantin dadakan untuk ditidurkan. Sekitar 90 menit kemudian, sang ayah pergi menyusul. Saat itulah peristiwa mengerikan yang menimpa korban terjadi.  

Pelaku sendiri mengaku tidak mengingat apa pun dan menyangkal semua tuduhan, baik pemerkosaan maupun pelanggaran seksual. Namun dokumen pengadilan seperti yang dilihat JydskeVestkysten menyatakan  antara pukul 4.00 - 4.45 pagi itu pelaku meraih putrinya dan memaksa melakukan hubungan intim.

“Sadar apa yang terjadi, korban memohon agar pelaku berhenti, kemudian mencoba duduk. Namun pelaku mendorongnya dengan keras di bagian dada. Setelah itu, ketika pelaku mengunci posisi korban dia memaksa melakukan hubungan seksual meskipun korban memintanya untuk berhenti beberapa kali.” Demikian laporan resmi pengadilan setempat. 

Jaksa mengatakan di depan  pengadilan  Kolding bahwa korban  tidak dapat membela diri sepenuhnya karena mabuk. Beberapa hari berikutnya melalui pesan singkat via telepon pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Ia menyebut melakukannya karena mengira korban merupakan istrinya.

Reaksi korban sangat jelas. Ia tidak ingin lagi berurusan dengan pelaku. "Aku ingin kita berhenti berhubungan dan menghapus semua kontak." Laporan  Ekstrabladet korban juga mengungkapkan perasaannya melalui pesan teks.

“Apa yang ayah lakukan padaku tidak dapat aku terima. Aku sudah memohon agar ayah tidak melakukannya tapi ayah tetap melakukannya. Aku berteriak, ayah tetap melanjutkannya. Aku pukul pun ayah tetap melakukannya..”

Tak hanya ungkapan hati korban, pelaku pun akhirnya mengakui perbuatannya. “Apa yang aku lakukan itu sebuah kesalahan. Maafkan ayah. Ayah mengira mendatangi kamar... (nama istri pelaku tak disebutkan media, red). Tidak bisakah kita mencoba untuk tetap berhubungan? Maafkan ayah..”  

Sama-sama tak disebutkan identitasnya, kasus ini membuat publik emosi. Putusan akhir pelaku yang berusia 50 tahun itu dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan. Ia kini harus menghabiskan waktu di balik jeruji selama dua tahun enam bulan. Di luar itu pihak keluarga menolak berkomentar, begitu pun suami korban.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR