Pastikan S Bukan Pelaku, Polisi Kesulitan Tangkap Pembunuh Noven

Crime Story

Kamis, 10 Januari 2019 | 12:48 WIB

190110124938-pasti.jpg

dok

Ilustrasi

KEPOLISIAN Resor Kota Bogor masih kesulitan menangkap pelaku pembunuh siswi SMK Baranangsiang, Andriana Yubelia Noven Cahya (19).

Meskipun demikian, Polresta Bogor telah mengamankan S, pria yang sebelumnya dicurigai sebagai pembunuh Noven. Namun demikian, Polresta Bogor menyebutkan jika S masih berstatus saksi, dan dipastikan bukan pelaku pembunuh Noven.

“S sudah diamankan. Kami sedang lakukan pendalaman, tetapi kemungkinan bukan pelakunya. Noven kami amankan di Bandung oleh tim gabungan, dari beberapa alibi yang ada,kemungkinan bukan dia pelakunya,” ujar Kepala Polresta Bogor Komisaris Besar Hendri Fiuser kepada wartawan Pikiran Rakyat, Windiyati Retno Sumardiyani di Gedung Kemuning Gading, Balai Kota Bogor, Kamis (10/1/2019).

Hendri menyebutkan, polisi sebelumnya memang sempat mencurigai S merupakan pelaku pembunuh Noven. Hal tersebut didasarkan informasi dan foto yang beredar luas di media sosial mengenai hubungan S dan Noven. Namun demikian setelah pendalaman, Polresta Bogor memastikan bahwa S bukanlah pembunuh Noven.

“Memang awalnya kita duga itu pelaku. Berdasarkan alibi dia, bukti forensik dia, S ini dipastikan tidak di TKP, kami juga selidiki bukti digital juga. Selain itu, fisik S juga berbeda dengan pria yang terekam CCTV,” kata Hendri.

Bukti kurang
Lebih lanjut, Hendri mengatakan, Polresta Bogor  saat ini telah memeriksa 8 saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Saksi tersebut di antaranya merupakan penjaga rumah kontrakan, mantan pacar korban, keluarga, dan S yang diamankan di Bandung.
Para saksi tidak dalam penahanan, sementara S, disebutkan Hendri berada di suatu tempat tertentu. Hendri tak menampik kepolisian masih kesulitan menangkap pelaku. Pasalnya, kasus tersebut minim saksi. Selain itu, saksi-saksi yang diperiksa tidak banyak mengetahui kepribadian korban.

“Kendalanya minim saksi, dari pihak keluarga korban tidak ada yang bisa dimintai keterangan,  orang tuanya juga enggak bisa memberikan keterangan banyak tentang keseharian korban karena sudah lama tidak tinggal bersama pelaku. Selain itu bukti di TKP juga wajahnya tidak begitu jelas, posisinya dari CCTV jauh sehingga resolusinya kurang jelas,” kata Hendri.

Bukti-bukti  yang dimiliki korban  seperti laptop,media sosial, hingga buku harian juga belum dapat mengungkap lebih jauh keseharian korban. Bukti rekaman CCTV dan sidik jari yang ada pada pisau yang menancap di tubuh korban juga belum bisa mengarahkan polisi pada satu pelaku.

Dalam mengungkap kasus tersebut, Polresta Bogor dibantu tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Jabar. Polresta Bogor juga sudah mengirimkan rekaman decoder CCTV kepada tim forensik Mabes Polri untuk mengetahui secara detil wajah dari pelaku yang terekam CCTV.

Terkait asumsi masyarakat yang menyebutkan S diduga kuat pelaku karena foto S dan Noven yang beredar, Hendri menyebutkan tidak ada pengusutan penyebaran kabar bohong tersebut. Namun jika keluarga S merasa dirugikan, Hendri mempersilakan keluarga S untuk melaporkan ke polisi.

“Asumsi masyarakat memang orang yang foto dengan korban itu pelaku,  padahal polisi belum memastikan hal itu. Ya kalau memang terganggu silakan keluarga korban melapor, nanti kita akan bantu usut,”  ujar Hendri.

Lebih lanjut, Hendri meminta masyarakat untuk bersabar. Hendri mengatakan, polisi terus bekerja keras untuk mengungkap kasus tersebut secepatnya. “Tim masih turun ke lapangan,  jadi tolong masyarakat bersabar. Kita terus gas ini kasus,” ucap Hendri.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR