181106124455-dimar.jpg

dailymail

Kesal Dimarahi Gara-gara Nilai Jelek, Siswa Sekolah Jerat Ibu Sendiri Hingga Tewas

Crime Story

Selasa, 6 November 2018 | 13:30 WIB

Wartawan: Mia Fahrani

Kasus pembunuhan tak biasa menjadi berita di Negeri Paman Sam sejak awal pekan ini. Dikatakan tak biasa karena pelaku terbilang belia dan sama sekali tak menyesali perbuatannya. Bocah 15 tahun bernama Gregory Logan Ramos kini dijuluki “psikopat cilik” akibat aksinya menghabisi sang ibu dengan cara dan alasan yang sulit dipercaya.

Dikutip dari DailyMail kemarin, bocah laki-laki asal Florida itu  dituduh  membunuh ibunya, lalu menguburkan jasadnya di bawah tempat pembakaran di  gereja dan mengajak dua temannya, melakukan rekonstruksi ulang di  rumahnya agar terlihat seperti ada pembobolan. Gregory mengaku mencekik ibu kandungnya, arsitek bernama Gail Cleavenger (46) di rumah mereka di DeBary setelah adu mulut.

Gregory dan Gail.

Gereja jadi saksi bisu perbuatan Gregory.

Gail marah karena Gregory mendapatkan nilai D di sekolah. Bersama teman-teman dekatnya dari Universitas High School, Dylan Ceglarek dan Brian Porras, keduanya 17 tahun, mereka  memanipulasi lokasi   seolah-olah Gail  terbunuh saat istirahat. Gregory dan Gail ribut gara-gara nilai jelek tadi sekitar pukul 23.00 Kamis malam lalu.

Masih memendam amarah, Gregory membangunkan Gail yang tertidur pukul 00.30   Jumat dan mencekiknya. “Pelaku masuk ke kamar dan membangunkan ibunya lalu   mencekiknya sampai tewas,” ujar Sherif  Volusia, Mike Chitwood. Ia menambahkan Gregory emosi setelah Gail juga menghubungi ayahnya, Danny Cleavenger  yang sedang dalam perjalanan bisnis di Seattle.

Bersama ayah dan mendiang ibu.

Sempat mengelak, Gregory akhirnya mengaku menggunakan gerobak  untuk memindahkan tubuh Gail ke dalam van dan pergi menuju River City Church untuk menguburnya. Sementara itu dua orang temannya menendang pintu masuk, mengambil barang-barang dari rumah dan meninggalkan van dalam kondisi hidup agar terlihat seperti ada pembobolan.

“Kemudian pelaku pulang dan menghubungi 911 untuk melaporkan insiden mengerikan  yang tidak benar-benar terjadi,"kata Chitwood pada konferensi pers. Gregory menyebut dirinya pantas mendapat Grammy untuk aktingnya saat menelepon nomor darurat 911.

Mengajak serta teman sekolah.

TKP rumah korban.

Chitwood mengatakan Gregory awalnya mengarang cerita lain mengenai ibunya yang hilang. Namun petugas meragukan detail  keterangannya ditambah fakta  firma arsitek tampat Gail bekerja mengatakan dia tidak datang  bekerja Jumat pagi itu. Penegak hukum curiga Gregory pulang dari sekolah lebih cepat dari biasa dan menghubungi 911 dengan kalkukasi waktu yang mencurigakan.

Polisi juga  menemukan barang-barang termasuk PlayStation 4, komputer, sekop, senapan dan sapu yang digunakan untuk merapikan area di mana jasad Gail dikubur. “Saat mewawancara pelaku ada sesuatu yang salah” kata Chitwood. Akhirnya hari berikutnya jasad Gail ditemukan. Sang suami Danny mengetahui tragedi ini Jumat.

Pelaku bersama neneklnya, Cathy Williams Goretsky.

Terakhir  Gregory ditahan di Departemen Kehakiman Remaja di Daytona tanpa jaminan. Otoritas peradilan setempat juga tengah mempertimbangkan untuk tidak memproses kasus ini sebagai “kasus anak di bawah umur”. Selain memprihatinkan, Chitwood mengaku syok. Dan hal yang paling mengganggunya adalah fakta pelaku tak terlihat menyesal apalagi terguncang.
 
“Ini kasus paling menyedihkan yang pernah saya saksikan selama karier saya. Saya yakin kasus ini akan menjadi berita  selama bertahun-tahun ke depan karena ada yang perlu diperhatikan,” katanya. Utamanya mengenai kondisi psikologi pelaku yang hingga saat ini tampak bangga dengan apa yang dilakukannya.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR