180914113840-melah.jpeg

jawapos.com

Melahirkan di Kamar Mandi, Jasad Bayi Sempat Dibawa ke Tempat Kerja

Crime Story

Jumat, 14 September 2018 | 11:38 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

TAS, 19, seorang remaja di Denpasar nekat mengubur jasad bayinya di depan rumahnya. Sebelum melakukan aksinya tersebut, bayi yang dilahirkan di dalam kamar mandi tersebut sempat membawanya jasad oroknya ke tempat kerjanya.

Warga digegerkan penemuan mayat bayi perempuan di Jalan Tukad Buana IV Perum BTN Banjar Gunung Sari Padangsambian Kaja, Denpasar pada Kamis (13/9) pukul 08.00. Bayi ditemukan terkubur di lubang sedalam lebih kurang 40 sentimeter. Mirisnya orang tua bayi tega mengubur darah dagingnya sendiri di gang buntu depan salah satu rumah nomor 16. Pun, lubangnya tidak seberapa dalam. Di tanah yang kering pula.

Baca Juga: Kisah Tunawisma Melahirkan di Kolong Jembatan Tol

Informasi dari sumber koran ini menyampaikan bahwa pelaku TAS, 19, merasakan sakit perut dan sempat mengonsumsi obat pada Senin (10/9) sekitar pukul 17.00. Selang tiga jam kemudian pelaku ke kamar mandi dan akhirnya melahirkan di atas kloset. Saat itu kepala bayinya jatuh lebih dulu, bergerak sebentar tetapi tidak menangis selanjutnya bayi sudah tidak bergerak lagi. "Dikiranya kan mau datang bulan," ungkap sumber.

Takut ketahuan bayi kemudian dibungkus baju dan kain dan disimpan di dalam tas. Tas tersebut kemudian diletakkan di atas sofa kamarnya.

Pagi harinya pukul 08.00, pelaku berangkat kerja ke Restaurant Panggang Ucok di Legian serta membawa bayi tersebut di dalam tas. Lalu tas tersebut ditaruh di lokernya. Saat pulang kerja tas tersebut tetap dibawa pulang namun ditaruh di luar rumahnya. Barulah pada pukul 21.00 pelaku menggali tanah di TKP menggunakan cetok untuk mengubur bayinya. "Atasnya ditutup genteng," ungkapnya.

Baca Juga: Baru Dilahirkan, Bayi Ditinggal di Pos Ronda

Sementara itu ibu pelaku Ida Ayu PM mencurigai kain yang terbuka sedikit dan dikerumuni lalat di depan rumah nomor 16 tersebut. Lantaran bau busuknya juga menusuk hidung. "Pantatnya muncul saat itu," ungkap sumber.

Kemudian setelah memberitahu suaminya YS, saksi kemudian curiga bahwa itu adalah mayat bayi yang tidak lain adalah cucunya sendiri. Lantaran selendang yang digunakan membungkus mayat bayi tersebut adalah miliknya dan baju yang digunakan adalah baju milik anaknya. Kemudian saksi menanyakan perihal tersebut kepada anaknya. Rupanya pelaku mengakui perbuatannya.

Baca Juga: Melahirkan di Pinggir Jalan, Ibu Muda Gunting Ari-ari Bayinya dengan Kuku

Salah satu saksi di TKP Nyoman Muliarti kepada koran ini menyampaikan bahwa kondisi jasad bayi tersebut sudah mengeluarkan bau busuk. Namun sepintas bayi perempuan tersebut nampak cukup umur. Bayi tersebut dikubur tepat di sebelah tempat sampah dan di samping tembok. Dengan posisi kepala di bagian selatan. Pihaknya tidak bisa mencurigai siapa pun lantaran lingkungannya memang disebut tertutup. "Perkiraan sih empat kiloan beratnya. Dibungkus seperti jaket warna biru dan ada kain ungu," ungkapnya.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Adnan Pandibu membenarkan penemuan jasad bayi ini. Namun masih enggan menyampaikan detailnya. "Besok pastinya," ucapnya singkat.

Baca Juga: Seorang Tuna Wisma Melahirkan di Bawah Fly Over

Sementara itu Kepala Bagian SMF Instalasi Forensik RSU Sanglah Ida Bagus Putu Alit menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan setelah jenazah diterima pukul 11.15. Sudah dalam kondisi membusuk dan berwarna kehijauan dengan ditandai adanya pengelupasan kulit dan pembengkakan. "Perkiraan waktu kematian 3 sampai 4 hari sebelum diperiksa dan umur kandungan 10 bulan. Untuk luka - luka tidak bisa dievaluasi karena sudah membusuk," ungkapnya.

Sumber: baliexpress.jawapos.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR