Berantas Zina Jangan Tunggu Allah Murka

Citizen Journalism

Rabu, 18 September 2019 | 06:25 WIB

190918062551-beran.jpg

BELUM lama ramai beredarnya video mesum Vina Garut, kini warganet dihebohkan video pasangan selingkuh asal Sumedang. Tiga video yang menghebohkan warga Sumedang itu, tersebar melalui media sosial.

Informasi soal beredarnya video mesum ini, dibenarkan Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo.

"Ya, keduanya asal Sumedang. Pelaku laki-laki berinisial AIS, dan pelaku perempuan inisial AY. Adegan ranjang itu direkam oleh AIS di sebuah penginapan di wilayah Tomo," kata Hartoyo, Selasa 10 September 2019.(pikiran-rakyat.com, 11/9/2019)

Berita senada menghiasi hampir setiap hari halaman berita. Sebagai bukti bahwa zina semakin merajalela. Kemaksiatan ini sudah teramat parah.Tak hanya di kota-kota besar. Juga terjadi di daerah kabupaten hingga desa-desa seperti kasus berita diatas. Kota Sumedang biasanya viral karena tahu atau kearifan lokalnya. Kini viral karena perilaku haram salah seorang warganya.

Penyebab utama merajalela zina adalah karena diberlakukannya sistem sekular di negeri ini. Sistem sekular memisahkan agama dari kehidupan. Aturan agama tak dipakai dalam kehidupan.  individu tak dibentengi oleh ketaqwaan. Tataran masyarakat pun jauh dari budaya amar ma'ruf nahi Munkar.

Begitupun di tataran negara. Negara tak mampu membendung konten dan akses pornografi pornoaksi memicu syahwat berujung zina. Negara pun tak memberi aturan tegas yang melarang sampai membuat jera.

Merajalela zina, tak lepas dari serangan Barat yang massif. Mereka mempropagandakan ide-ide liberalisme, membuat orang melakukan zina atas nama kebebasan berperilaku. Siapapun termasuk negara tidak boleh mengintervensi.

Mirisnya, ide sesat sekular-liberal pun disebarkan oleh oknum-oknum intelektual muslim, bahkan di kampus-kampus Islam. Belum lama kita dikejutkan dengan disertasi tentang melegalkan perzinahan, atas dasar hukum milkul yamin dalam Alquran. Mereka menafsirkan Alquran dengan hermeneutika, teks-teks Al Quran ditafsirkan berdasar akal dan hawa nafsu.

Mereka menyesuaikan Alquran dengan kondisi zaman, menghalalkan yang Allah haramkan, berkedok karya ilmiah. Ini mengindikasikan bahwa institusi kampus dimanfaatkan sebagai corong penyebaran nilai-nilai Barat yang bertentangan dengan Islam.

Zina harus diberantas. Zina adalah dosa besar setelah syirik. Nabi saw. bersabda:




Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, kecuali dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya dalam rahim wanita yang tidak halal bagi dirinya (HR Ibnu Abi ad-Dunya’).

Karena itu, segala bentuk perzinahan, termasuk upaya jahat melegalkannya tak boleh dibiarkan semakin merajalela. Atau, Allah akan murka dan menurunkan adzab-Nya ke bumi. Naudzubillah.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mengingatkan kita dalam sabdanya:




Artinya : “Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri”. (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Dalam hadis Aisyah radliyallahu ‘anha, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari beliau bersabda:
 




"Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Satu-satunya solusi memberantas zina adalah dengan menerapkan syariat islam secara Kaffah. Islam memiliki aturan komprehensif yang bersifat preventif maupun kuratif. Islam melarang laki-laki dan perempuan  yang bukan muhrim berkhalwat(berduaan), melarang campur baur tanpa hajat, memerintahkan untuk menundukan pandangan sampai mempermudah pernikahan. Individu-individu pun dibekali benteng iman dan taqwa.

Masyarakat yang islami senantiasa melakukan kontrol dan menghidupkan budaya amar ma'ruf nahi munkar. Setiap ada indikasi terjadi perzinahan, masyarakat bisa mencegah maupun melaporkan. Tak rela lingkungan dikotori praktek haram ini. Yang lebih penting adalah peran negara. Negara wajib melarang tegas setiap bentuk pornografi pornoaksi.

Memberatas  apapun wasilah yang bisa menghantarkan warganya kepada zina. Menegakan sanksi tegas bagi pelaku zina sesuai tuntunan Alquran, yakni  hukum hudud, berupa jilid dan rajam. Inilah aturan Islam yang sempurna. Turun untuk menyelamatkan umat manusia dari perzinahan dan dampaknya.
Aturan komperehensif yang akan memberantas zina dari akarnya. Wujudkan Indonesia bebas dari zina. Jangan tunggu hingga Allah murka, azab Allah turun atas kita. Nastagfirullahaladhim.


Pengirim:
Idea Suciati
Penulis Buku Antologi "Ngaji Islam Kaffah" Tinggal di Jatinangor, Sumedang.
Ideasuciati2017@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA