Intisari Silaturahmi

Citizen Journalism

Jumat, 31 Mei 2019 | 22:59 WIB

190531225422-intis.jpg

DI awal-awal bulan syawal setelah usai Ramadhan segenap kaum muslimin biasanya selalu mengadakan silaturahmi seperti, mengunjungi tetangga, kerabat dan sanak saudara. Semua itu dilakukan dalam suasana kebersamaan dan keakraban. Mereka saling  bercerita dan bercengkrama satu sama lain.

Silaturahmi merupakan ajaran Islam yang menuntun umatnya untuk menghubungkan dan memelihara jalinan antar manusia, terlebih hubungan antar nasab atau keturunan. Mengeratkan hubungan yang terbina dan menyambung hubungan yang terputus

Dalam ajaran Islam, silaturahmi diperintahkan. Allah SWT berfirman, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Q.S An-Nisa (4) : 1)

Bahkan, dalam Islam, silaturahmi merupakan indikasi akan keimanan seseorang kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi.” (Mutafaqun ‘alaihi).

Ketika silaturahmi tersambung dan terbina bukan hanya akan menjadikan hubungan antar sesama terjalin harmonis, hubungan dengan Allah SWT pun akan terjalin erat sehingga kita meraih keutamaan dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim.” (At Tirmidzi dalam Jami’nya, no. 1865, Ibnu Majah dalam Sunannya no. 3663 dan Ahmad dalam Musnadnya sebanyak 10 riwayat)

Dalam hadis lain, akan menjadikan lebih dekat ke surga dan terjauh dari neraka. Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata,”Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga.” Beliau SAW menjawab, “Menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahmi.” (Diriwayatkan oleh Jama’ah).

Semua itu akan kita dapatkan jika kita mampu merealisasikan inti dari silaturahmi. Inti dari silaturahmi tidak sebatas bermusafahah (bersalaman), bukan pula sekedar pertemuan, akan tetapi silaturahmi yang menyebabkan kita semakin taat kepada Allah SWT dan menjadikan kita terhindar dari perbuatan maksiat. Sebab, silaturahmi adalah ketaatan dan amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah Ta’ala, serta tanda takutnya seorang hamba kepada Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.” (Q.S Ar-Ra’d (13) : 21).

Untuk itu, mari kita hubungan ikatan persaudaraan dan kekerabatan dengan menggiatkan silaturahmi dengan saling menasihati dalam kebenaran, kesabaran dan dalam kasih sayang sehingga silaturahmi yang kita bangun menjadi sarana semakin taatnya diri kita kepada Alllah dan menjadikan kita terhindar dari perbuatan maksiat. Wallahu’alam

Penulis: Moch. Hisyam
Ketua MUI kelurahan Sarijadi Kecamatan Sukasari Kota Bandung
hisyamjadicahayahidup@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA