Dr. Ir. Dadan Hindayana Terpilih jadi Ketua IKA SMAN 13 Bandung

Citizen Journalism

Minggu, 24 Maret 2019 | 18:53 WIB

190324181511-dr-ir.jpg

Rachmat Iskandar

Dadan Hindayana (tengah) terpilih jadi Ketua Ika SMAN Cimindi/13 Bandung diapit calon Asep Iwa Soemantri (kedua kiri) dan Dedi Mulyadi (kedua kanan) di SMAN 13 Bandung, Jalan Cibeureum, Kota Bandung, Minggu (24/3/2019)

Dr. Ir. Dadan Hindayana dengan nomor urut 2 terpilih Ketua IKA SMAN Cimindi/13 Bandung periode 2019-2021. Dadan berhasil mengalahkan dua pesaingnya yaitu Kolonel Laut (S), Dr. H Asep Iwa Soemantri, SE. MM angkatan '91dengan panggilan Kang Ais nomor urut 1 dan Ir. Dedi Mulyadi angkatan '81 nomor urut 3 dengan panggilan Kang DM.

Kegiatan yang diikuti sedikitnya 75 orang itu, terdiri 45 orang pemilih hak suara mulai angkatan 80 sampai 96, Kepala Sekolah SMAN 13 Bandung, Udin Saehudin, S.Pd. M.Pd, Wakses Sapras dan Wakasek Huma, Dra. Dede Nurhayati serta para penggembira dari masing-masing timsesnya berlangsung di sekolah almamater SMAN Cimindi yang sekarang menjadi SMAN 13 Bandung, Jalan Cibeureum, Kota Bandung, Minggu (24/3/2019).

Dadan yang mempunyai visi menjadi ikatan alumni yang memiliki semangat kebersamaan dan kepedulian dalam meningkatkan citra almamater ini, berhasil meraih 26 suara, Asep meraih enam suara dan Dedi berhasil meraih 13 suara.

Acara berlangsung tertib, lancar dan penuh nuansa keakraban. Kegiatan yang dikomandoi Ketua Formatur Imam, berhasil menjalankan misinya untuk melahirkan seorang Ketua IKA SMAN Cimindi/13 Bandung. Acara setelah dibuka prakata dan doa, dimulai dengan adu visi, misi dari ketiga kandidat.

Usai acara itu, diteruskan dialog dari peserta hak suara. Dalam sesi dialog ini terkesan para peserta kurang puas, karena dibatasi hanya satu pertanyaan dan kandidat pun dibatasi waktu hak jawabnya. Sehingga sempat terjadi, tiga kandidat dapat teguran dari tim/pengurus formatur.

Begitupun dengan peserta penanya, tampak kurang puas atas jawaban dari kandidat maupun pertanyaan yang hanya satu pertanyaan. Namun berkat ketegasan dari tim formatur, acara dialog pun selesai dengan lancar.
Setelah acara breek salat dan makan, diteruskan pemilihan para calon. Seterusnya, dilakukan penghitungan hasil hak suara yang berjumlah 45 kertas suara. Hasilnya, Asep Iwa enam suara, Dadan 26 suara dan Dedi 13 suara.

Menurut Imam, hak pemilih atau hak suara diwakili tiga orang dari masing-masing angkatan. Peserta yang tidak hadir yaitu dari angkatan '81, angkatan '94 yang hadir dua orang sedangkan angkatan '91 hanya seorang.

"Ketidakhadiran mereka, yang ada konfirmasi dari angkatan '94 karena sakit termasuk sekretarisnya, angkatan '91 karena ada kegiatan penting. Sedangkan dari angkatan '82, sama sekali tidak ada konfimasi padahal mereka dalam absen pengisian list sudah mendaftarkan tiga perwakilannya," katanya di sela-sela acara.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 13 Bandung, Udin Saehudin menegaskan, hendaknya IKA membawa dampak yang positif, baik kepada organisasinya sendiri, almamater dan juga masyarakat luas, khususnya institusi SMAN 13 Bandung.

Ia menandaskan, bukan sebaliknya merusak almamater sendiri, dengan cara arogansi, egoisme, emosional sebagai pahlawan masyarakat tanpa dasar. "Tidak menggunakan akal sehat apa pun alasannya, tetapi itu mah oknum," ketusnya.

Sekali lagi, pihaknya butuh dukungan dari para alumnus baik tenaga, pikiran gagasan ide-ide untuk membangun SMAN 13 Bandung yang berkualitas sesuai visi "Berseri" (Berprestasi, Sehat Religius).

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR