Napak Tilas Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Melalui Khulafaur Rasyidin

Citizen Journalism

Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:39 WIB

190323134340-napak.jpg

istimewa

EKONOMI Islam bukan lagi menjadi kata yang asing di zaman sekarang, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.Seperti yang kita ketahui bahwa ekonomi Islam adalah ekonomi yang berdasarkan prinsip-prinsip aturan Islam dan sama sekali tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Perkembangan ekonomi Islam saat ini adalah wujud dari upaya menerjemahkan visi dan misi agama Islam itu sendiri tenteng Islam yang rahmatan lil ‘alamin, kebaikan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi alam semesta dan seluruh makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia. Tidak ada penindasan antara pekerja dan pemilik modal, tidak ada perusakaan sumber daya alam yang menyebabkan ekosistem alam rusak, tidak ada hasil produksi yang semata-mata hanya untuk meraup keuntungan, tidak ada jurang kemiskinan yang terlalu dalam, tidak ada konsumsi yang berlebihan (mubadzir), tidak ada korupsi, tidak ada penipuan dalam bentuk apapun maupun dalam muamalah lainnya.

Jika kondisinya seperti itu, maka kehidupan manusia di muka bumi ini akan terjalin secara harmoni, tentram, damai dan selalu mendapatkan kebahgiaan baik di dunia maupun di akhirat In Syaa Allah.

Ekonomi Islam yang sudah kita rasakan hingga detik ini baik teori maupun praktik adalah suatu hasil nyata dari upaya operasionalisasi tentang bagaimana caranya untuk mewujudkan visi menjadi misi agar dapat terealisasikan di kehidupan nyata ini, walaupun kenyataannya yang kita rasakan hingga saat ini bukan merupakan sebuah visi yang ideal.
Perkembangan ekonomi Islam adalah salah satu harapan untuk mewujudkan visi dan misi Islam tersebut,hal ini karena ekonomi Islam adalah satu bentuk integral dalam mewadahi dua kekuatan besar yang mempengaruhi kehidupan dunia, yaitu agama dan ekonomi.Dua komponen itulah yang nantinya akan kita wujudkan untuk mempersatukan ummat Islam saat ini.

Kegiatan ekonomi merupakan kegiatan yang tidak bisa di pisahkan dalam kehidupan manusia.Aktifitas inipun sudah di mulai sejak zaman nabi Adam hingga saat ini, meskipun dari zaman ke zamn mengalami perkembangan.Setiap masa manusia mencari cara mengembangkan proses ekonomi itu sesuai dengan tuntutan kebutuhannya.Islam yang awal kejayaannya di masa Rasulullah juga memiliki konsep sistem ekonomi yang patut di jadikan bahan acuan untuk mengatasi permasalahan ekonomi pada saat ini, terlepas dari itu kita masih punya empat sosok luar biasa penerus kepemimpinan setelah Rasulullah yang merupakan sahabat Rasulullah sendiri yang sering di sebut dengan Khulafaur Rasyidin.

Kita semua tentu mengenal empat sosok sahabat Rasulullah mereka adalah para khulafaur Rasyidin yang memimpin selama kurang lebih 29 tahun lamanya yang jasanya baik berupa kebijakan atupun lainnya juga dapat kita jadikan bahan acuan dalam menetapkan berbagai kebijakan ekonomi maupun permasalahan ekonomi yang terjadi pada saat ini.Empat sahabat itu adalah Abu Bakar Ash-Shidiq,Umar bin Khattab,Usaman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.Berikut akan saya ulas satu persatu kebijakan ekonomi yang telah di tetapkan oleh para Khulafaur Rasyidin:

Abu Bakar Ash-Shidiq(11-13H/631-633M)

Abu Bakar memerintah hanya dua tahun walaupun pada masanya banyak masalah yang terjadi di antaranya banyaknya orang yang murtad,orang yang tidak mau membayar zakat dan terjadinya perang Riddah, namun Abu bakar As-Shidiq mampu mengatasinya dengan baik.Dalam pemerintahannya khalifah Abu Bakar memenuhi kebutuhan rakyatnya dari harta yang tersedia di dalam baitul maal.

Kebijakan ekonomi yang di ambil Abu Bakar adalah :
1. Melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang tidak mau membayar zakat
2. Abu Bakar terkenal dengan keakuratan dan ketelitian penghitungan zakat
3. Dalam mendistribusikan harta baitul maal Abu bakar memiliki prinsip kesamarataan
4. Mengambil alih tanah dari orang-orang murtad dan di manfaatkan untuk kepentingan ummat Islam
5. Menetapkan kebijakan tanah hasil penakhlukan dengan membagi sebagian untuk ummat muslim dan sebagian untuk negara
6. Tidak pernah menumpuk harta baitul maal dalam jangka waktu panjang.

Umar bin Khattab(13-23H/634-644M)

Umar bn Khattab memerintah selama sepuluh tahun,namun dalam kurun waktu tersebut banyak kemajuan yang di alami ummat Islam.Pada masa khalifah Umar bin Khattab inilah bisa di sebut sebagai masa keemasan dalam sejarah Islam.Dalam aspek ekonomi, sistem ekonomi yang di kembangkan berdasarkan keadilan dan kebersamaan itulah yang menyebabkan berjayanya ekonomi Islam pada saat itu.

Kebijakan Ekonomi yang telah di tetapkan oleh Umar bin Khattab diantaranya adalah:

1. Mendirikan Baitul Maal pada tahun 16 H
2. Menerapakn prinsip keutamaan dalam mendistribusikan harta baitul maal
3. Dalam kepemilikan tanah Ia tidak membagikan kepada kaum muslim tetapi embiarkannya dengan syarat akan membayar kharaj/jizyah dan berhak mengambil kembali tanah tersebut jika tidak di manfaatkan
4. Mengklasifikasikan alokasi pendapatan negara yang berupa zakat, ushr, khums, shadaqah, kharaj, fai dll kepada penerima yang telah di tentukan.

Usman bin Affan(23-35H/644-656M)

Usman bin Affan memimpin selama dua belas tahun ini merupakan masa pemerintahan terlama.Namun,tidak ada perubahan yang signifikan pada situasi ekonomi secara keseluruhan selama masa pemerintahannya.Khalifah Usman hanya melanjutkan dan mengembangkan kebijakan yang telah di tetapkan oleh khalifah Umar bin Khattab.Satu hal yang luar biasa dari beliau bahwa ia selalu mendiskusikan masalah perekonomian setelah selesai sholat berjamaah.

Kebijakan Ekonomi yang tetapkan oleh Usman bin Affan diantaranya:
1. Mempertahankan sistem pemberian santunan serta memberikan tambahan jumlah uang dengan jumlah yang berbeda-beda
2. Dalam hal pengelolaan zakat ia mendelegasiakan kewenangan menaksir jumlah zakat kepada para pemiliknya masing-masing
3. Membagikan tanah-tanah negara kepada individu-individu dengan tujuan reklamasi
4. Khalifah Usman bin Affan selalu mendiskusikan tingkat harga yang sedang berlangsung setelah sholat berjamaah.

Ali bin Abi Thalib(35-40H/656-661M)

Ali bin Abi Thalib memimpin selama lima tahun ia menempatkan kembali kondisi baitul maal di posisi sebelumya.Khalifah Ali pun mengatur kembali tata laksana pemerintahan untuk mengembalikan kepentingan ummat serta memindahakan pemerintahan dari Kuffah ke Madinah.

Kebijakan Ekonomi yang di ambil pada masa kepemimpinannya adalah:
1. Memberhentikan para pejabat yang korup
2. Membuka kembali lahan yang telah di berikan kepada idividu atau orang terdekat Usman untuk di manfaatkan kembali lalu di distribusikan kepada masyarakat
3. Menetapkan satu hari khusus untuk pembayaran zakat dan pendistribusian harta baitul maal
4. Membentuk polisi yang terorganisir yang bernama Syurtah

Masa Khulafaur Rasyidin yang di pimpin oleh empat sosok sahabat Rasulullah yaitu:Abu Bakar Ash-Shidiq,Umar bin Khatab,Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang menggantikan kepemimpinan Rasulullah setelah Beliau wafat merupakan suatu tauladan yang luar biasa yang dapat di jadikan suatu kiblat ekonomi Islam.Banyak keteladan yang dapat kita ambil dari semua kebijakan ekonomi yang telah di tetapkan oleh keempat Khulafaur Rasyidin tersebut dan dapat kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari kita khususnya dalam masalah kegiatan ekonomi.Kita Sebagai Ummat Islam yang baik harus mendukung penuh sistem ekonomi Islam itu sendiri agar kelak visi dan misi yang kita harapkan tercapai yaitu bersatunya ummat Islam dengan berlandaskan dua kekuatan yang sangat mempengaruhi dunia saat ini yaitu agama dan ekonomi untuk mewujudkan sistem ekonomi Islam yang tersistematik seperti yang telah di contohkan oleh empat sosok Khulfaur Rasyidin.

Sumber: Chamid MM,Nur 2010,Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
https//master.Islamic.uii.ac.id,article

Pengirim
Heftika Nur Fauziah; Mahasiswi STEI SEBI Depok

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR