Kenapa yang Halal Malah Sulit Berkembang?

Citizen Journalism

Minggu, 17 Maret 2019 | 13:48 WIB

190317135234-kenap.jpg

DEWASA ini, Bank sudah menjadi salah satu penunjang kehidupan manusia, hampir di seluruh dunia, bukan hanya di Negara maju, tapi juga di Negara berkembang seperti Indonesia. Dalam 2 istilah, bank ada yang konvensional dan syariah. Hampir seluruh Negara menggunakan system bank konvensional karena keuntungan bunganya yang besar, begitu pula Indonesia.

Negara yang mayoritas penduduknya islam ini masih menggunakan system konvension di hampir lebih dari 80% bank yang ada di Indonesia. Karena memang masyarakat masih belum mengenal bagaimana system syariah yang seharusnya bisa berkembang luas di Indonesia, tapi kenyataannya mereka masih menggunakan yang konven, padahal jelas-jelas bank syariah itu halal.

Dalam sebuah workshop perbankan syariah yang bertema “meneropong celah  bisnis melailui akad-akad perbankan syariah”. telah di jelaskan oleh agustino yang merupakan aktivis bank syariah, ia menjelaskan : “bank syariah memiliki keunggulan dan kelebihan dibanding bank umum. Hampir semua transaksinya memakai akad syariah. Asalkan bisa menghilangkan unsur riba atau bunganya, yang dalam ajaran islam adalah haram”

Telah  banyak acara-acara perbankan syariah di adakan dengan harapan bisa mengajak masyarakat beralih ke system syariah, namun nyatanya masih belum juga tercapai.

Apa yang menyebabkan bank syariah sulit berkembang? Padahal pelayanan bank syariah tidak kalah baik dibandingkan bank konvensional, produk produk dari bank syariah kini juga telah lengkap tapi nyatanya masyarakat belum beralih ke system syariah sebagai solusi perekonomian Indonesia.

Salah satnya mungkin kurangnya sosialisasi tentang bahaya riba dalam kehidupan langsung terhadap masyarakat-masyarakat yang masih menggunakan bank umum, bahkan saya masih melihat mahasiswa yang mengambil prodi perbankan syariah serta mahasiswa lain di kampus yang notabenenya syariah pun nyatanya masih banyak yang menggunakan system bank konven, ini merupakan wujud kesadaran dalam diri masing-masing.

Bahkan sampai mereka lulus masih banyak yang bekerja di bank konvensional. Ini yang mengakibatkan kurangnya sumber  daya Manusia (SDM) yang mengakibatkan problematika managemen SDM Perbankan Syariah, padahal tujuan dibukanya prodi perbankan syariah mungkin salah satunya agar mereka bisa menjadi pelopor dibidangnya serta bisa menyadarkan dan mengajak masyarakat, namun yang terjadi malah sebaliknya, mereka hanya mempelajarinya tanpa ingin memajukan perbankan syariah.

Dari sana kita bisa mengambil kesimpulan, Bagaimana masyarakat bisa tertarik apabila anak ekonomi syariahpun masih menggunakan bank umum.

Yang padahal Negara yang notabenenya sekuler seperti inggris saja menggunakan system syariah dalam sistem perekonomiannya, di Negara ini perkembangan industry syariah sangat subur. Karena masyarakat disana telah paham betul dengan system syariah, meskipuun Negara ini bukan Negara yang masyarakatnya muslim. Hal ini pun memicu ketertarikan Negara lain terhadap konsep ekonomi islamseperti jerman, perancis, italia dan lainnya.

Oleh karena itu, sangat besar kemungkinn apabila Indonesia menerapkan system ekonomi islam sepenuhnya pada perekonomiannya mungkin Negara ini juga akan maju, karena salah satu solusi terpenting dalam merecovery perekonomian adaah dengan system syariah.

Dengan menjalankan akad akad seperti mudharabah, murabahah, istisna dan ijaroh serta meninggalkan riba, penipuan maka akan terpenuhinya sisten syariah. Maka akan terjalin Indonesia yang makmur berlandaskan system ekonomi syariah.

Yuk beralih ke bank syariah!


Penulis adalah Wswatun Hasanah (mahasiswi STEI SEBI)
email: uswatunhasanaa157@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR