Cerita Penjaga Pos Parkiran Jadi Direktur Utama Perusahaan

Citizen Journalism

Selasa, 5 Maret 2019 | 17:52 WIB

190305175502-cerit.jpg

ISTIMEWA

PERNAH berkarier sebagai petugas parkir di sekitar Universitas Kristen Maranatha (UKM), Perjalanan karirnya sebagai petugas parkir dilakukan semasa kerja praktek dan tugas akhir skripsi di bidang Webmaster dan Networking di Jakarta, demi menyambung hidup. Sekarang petugas parkir tersebut sudah menjadi seorang Direktur perusahaan PT LENMARC EXA ABADI DIGITAL (PT LEAD). Dia adalah Vishnu Valentino.

Vishnu sekarang adalah seorang Chief Technology Officer (CTO) , Founder, sekaligus Direktur Utama dari PT. LEAD. Pernah memiliki sertifikasi Certified Ethical Hacking (CEH), MikroTik Certified Network Associate (MTCNA), SAP Basic Certified dan beberapa sertifikasi keahlian lainnya. Namun, karena sertifikasi sifatnya harus diperpanjang dan tidak dilakukannya maka, penggunaan tambahan titel namanya tidak dapat digunakan.

Pria yang menyukai IT Networking dan Research Development tersebut, sudah dipanggil menjadi Dosen Universitas Kristen Maranatha di Kota Bandung sebelum melewati kelulusan S1, sebagai pengajar bidang Web dan Jaringan dan sempat menjabat menjadi Kepala Lab IT.
Awal Mula LENMARC

Pada tahun 2008 Vishnu bersama calon istrinya Evlin Marcelline Fendrianto (sudah resmi menjadi istri) yang merupakan Chief Executive Ofiicer (CEO) dari LENMARC.com mengeluarkan gagasan dan memulai membangun perusahaan dengan nama LENMARC, singkatan dari vaLEN dan MARCelline, memiliki tujuan :

1. Dengan keahlian di dunia digital, menolong para pemilik usaha (UKM dan UMKM) agar mempunyai waktu lebih bersama keluarga, walaupun di tengah kesulitan berwirausaha

2. Dengan produk Lenmarc diharapkan, dapat meningkatkan kehidupan ekonomi perusahaan dan kesejahteraan karyawannya. Karena produk digital dapat membantu para pemilik usaha mengurangi biaya operasional, membuat keputusan yang lebih baik dengan menganalisis data kebutuhan perusahaan, laba rugi perusahaan, stok barang terkendali, sehingga bisa memperkecil kerugian, dan aspek-aspek keuntungan lainnya.

Seiring berjalannya perusahaan, Vishnu menemukan masalah, keahliannya di bidang digital saja belum cukup untuk membangun usaha tersebut. Secara kebetulan Vishnu mendapatkan beasiswa S2 Bisnis di Changchun University of Science and Technology China dan melanjutkan studinya kembali disana. Sepulangnya ke tanah air pada tahun 2014, pria kelahiran Madiun dan besar di Sumedang tersebut, langsung melanjutkan impiannya lagi. Sekarang, perusahaan yang dikelolanya telah memiliki 175 produk IT berbahasa Indonesia dengan harga yang terjangkau dan bias dipakai di seluruh jenis device seperti handphone, laptop, komputer, android, ios yang juga memiliki konektivitas tanpa batas kepada seluruh merk hardware.

“Tentu keberhasilan ini tidak bisa saya raih sendiri, saya bersama istri memilih untuk mendidik anak SMK dan menciptakan produk yang nantinya harus bisa dipakai di seluruh kalangan dan jenis gadget dengan segala spesifikasi. Dan saya buktikan, saya berhasil. Sekarang tinggal saya harus memikirkan bagaimana memasarkannya keseluruh rakyat Indonesia,” ucapnya Vishnu dengan tertawa senang.

“Keputusan membangun Software Company yang dilatar belakangi sekolah pendidikan yang katakan, dari SMK. Ini bukanlah perjalanan yang mudah, tidak sering mereka ditinggal oleh team yang telah mereka bangun, dididik dan diajari saat proses pembangunan produk - produknya,” ujar Vishnu. Sebetulnya hanya masalah di pola pikir, karena bukan sekolah pendidikan yang menentukan keberhasilan seseorang, tetapi sekolah kehidupan yang seharusnya ada,” tegas Vishnu .

Kerena hal tersebut, setiap Senin di kantor, Vishnu memiliki aturan dan kebijakan mengharuskan diadakan briefing Sekolah Kehidupan. Dimana di jam tersebut, seluruh TEAM LENMARC belajar tentang kesuksesan seseorang dan biografi perjalanan dimana impian berpadu dengan kemauan menjadi sebuah keberhasilan.

“Life Is a Chance and It's Irreversible, Kalau hidup semua orang pada umumnya adalah sekolah, lulus, punya karir, menikah, punya anak, punya cucu dan pada akhirnya adalah mati, maka hidup ini adalah kesempatan yang tidak dikembalikan yang harus di isi dengan sesuatu yang berguna,” lanjut Vishnu. Perjalanan usahanya yang dimulai sendiri, berdua bersama pasangannya hingga sekarang, total Team inti LENMARC berjumlah 18 orang dengan ratusan tim Duta Digital Freelancer yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pengirim
Renna Cintya Sari
speed.lempos@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR