4 Hal yang Harus Jadi Acuan Pebisnis Milenial

Citizen Journalism

Selasa, 5 Februari 2019 | 17:30 WIB

190205173515-4-hal.jpg

halomoney.co.id

PADA era perkembangan teknologi saat ini banyak orang-orang diantara kita yang sudah terjun langsung untuk berbisnis. Karena teknologi yang membuatnya semakin mudah, orang-orang tidak harus ribet keluar rumah mencari barang berkeliling di toko satu dengan toko yang lainnya menghabiskan banyak waktu dan membuat lelah. Hanya dengan sentuhan jari di rumah mereka bisa dapat apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan.

Bisnis dalam Islam pun diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Bahkan bisnis telah dilakukan Nabi dan sahabat-sahabat Nabi pada saat itu. Banyak sahabat-sahabat Nabi yang memanfaatkan hasil bisnisnya untuk perkembangan Islam saat itu. Dalam berbisnis kita perlu memperhatikan hal-hal yang memang tidak akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menghindari hal-hal yang memang sudah jelas dilarang-Nya.

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam berbisnis?

1. Produk yang Dijual bukan yang Haram
Perlu kita ketahui barang yang dijual haruslah produk yang halal bukan yang haram, produk yang dijual jelas baik zat mapun sifatnya ya. Karena produk yang haram itu dapat merusak seseorang baik fisik atau mental. Dan hal tersebut ini tidak diharapkan oleh siapapun.

2. Menjauhi Hal yang Samar (syubhat)
Dalam berbisnis kita harus perhatikan betul hal ini, hal yang samar ini adalah hal yang masih belum pasti atau jelas ketika kita ingin menjual. Contoh hal kecilnya ketika kita ingin membeli buah yang masih di pohon. Padahal dalam buah tersebut belum jelas beratnya, rasanya, serta hasil akhirnya seperti apa entah itu baik atau buruk. Nah, untuk hal itu perlu kita perhatikan dan jauhi karena dari hal tersebut kemungkinan dapat menyebabkan konflik atau kerugian dikemudian hari.

3. Menjauhi Riba
Dalam firmanNya,
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan tinggalkankan sisa-sisa (yang belum dipungut) dari riba, jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS AL Baqarah : 278)
Didalam ayat diatas dijelaskan bahwa Islam melarang umat Islam untuk melakukan bisnis atau memakan harta yang mengandung riba. Seseorang yang melakukan riba telah mencekik orang lain yang berhutang, bisa jadi orang yang berhutang tersebut kesulitan untuk membayarnya dan menafkahi dirinya sendiri dengan harta yang ada. Dengan menjauhi riba pula kita menutup pintu kebencian dan permusuhan antar sesama.

4. Menghindari Monopoli
Monopoli itu sendiri adalah menguasai pengadaan barang dagangan sehingga harga dapat dikendalikan. Dalam berbisnis kita perlu perhatikan, bisnis yang baik hendaknya yang dapat mengembangkan dan memberikan lahan pekerjaan bagi orang lain. Islam pun telah melarang untuk melakukan monopoli seperti melakukan penimbunan barang yang membuat orang lain mengalami kelangkaan atau kekurangan.

Namun, tidak sedikit diantara para pebisnis yang tidak mementingkan etika melanggar hal – hal yang dilarang dalam Islam hanya untuk memperkaya hartanya, padahal Allah telah mengatur rezeki kita. Yang terpenting kita tetap berusaha dan berdoa serta istiqamah dalam berbisnis. Kita pun dapat mengambil pelajaran dari sahabat Rasulullah yaitu Abdurrahman bin Auf, sosok yang sangat dermawan yang mau memberikan sebagian hartanya di jalan Allah. Sosok yang dapat menginspirasi kita dalam berbisnis di usia muda saat ini, tidak malas untuk menjadi seorang entrepreneur juga mempersiapkan ilmu untuk menjadi entrepreneur yang sukses baik di dunia maupun di akhirat. Semoga kita dapat melaksanakan bisnis sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, ketentuan Islam dan sunnah Rasulullah.

Pengirim
Aulia Humairoh
Mahasiswi STEI SEBI
auliahmr@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR