5 Hal Mengapa Sedotan Plastik Harus Kamu Tinggalkan

Citizen Journalism

Jumat, 11 Januari 2019 | 10:14 WIB

190111101520-5-hal.jpg

ist

SEDOTAN plastik masuk kedalam peringkat lima besar dari banyaknya jenis plastik termasuk di Indonesia, bahkan di dunia, lho! Menurut data yang telah disusun oleh Eco Watch, kurang lebih ada 500 juta sedotan plastik dibuang setiap harinya hanya dengan satu kali pemakaian. Di Indonesia diperkirakan bahwa setiap harinya terdapat 93.244.847 batang sedotan yang berasal dari minuman kemasan, restoran atau café dan sumber lainnya.

Menurut hasil riset yang penulis lakukan sebelumnya, riset menjawab bahwa terdapat 48,3% responden setidaknya telah menggunakan sedotan sekali pakai sebanyak satu kali pemakaian dalam sehari, 28,3% responden telah menggunakan sedotan plastik sebanyak dua kali dalam sehari dan 13,3% responden telah menggunakan sedotan plastik sekali pakai lebih dari tiga kali dalam sehari.

Tingginya penggunaan sedotan plastik ternyata dapat meyebabkan 5 hal yang berbahaya tidak hanya bagi lingkungan namun berbahaya bagi kesehatan tubuh juga, lho! Berikut merupakan 5 hal mengapa sedotan plastik harus kamu tinggalkan :

1. Mematikan Makhluk Hidup

Hal yang paling mengerikan dari penggunaan sedotan plastik secara berkelanjutan ternyata dapat mematikan makhluk hidup, pada saat ini dampak ini sudah dirasakan oleh hewan atau biota yang tinggal di laut, karena sampah-sampah yang tidak berhasil terurai akan mengalir hingga sampai ke lautan. Hal ini bisa saja dirasakan oleh manusia apabila tingkat penggunaan sedotan plastik yang kian meningkat.

2. Terkontaminasi Zat Kimia

Hal kedua yang menyebabkan kamu harus meninggalkan sedotan plastik adalah, sedotan plastik merupakan barang yang tidak dapat di sepele kan, karena sedotan plastik memerlukan waktu selama 200 tahun untuk terurai yang sebenarnya belum terurai seutuhnya, mereka hanya menjadi microplastik, yaitu perubahan bentuk dari sampah plastik yang terurai menjadi partikel yang berukuran kurang dari 5 mm serta tidak dapat larut dalam air.

Hal ini sangat berbahaya jika banyak biota laut yang telah terkontaminasi microplastik, karena hewan laut yang telah terkontaminasi oleh micoplastic dapat memungkinkan terjadinya penularan penyakit kepada manusia yang memakannya. Kamu mau mengkonsumsi plastik?

3. Hilangnya Tempat Tinggal Makhluk Hidup

Terganggunya ekosistem mengakibatkan hilangnya habitat para makhluk hidup. Dampak ini sudah dirasakan oleh para biota laut, karena data dari PBB, terdapat 8 juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut per tahunnya. Pencemaran yang diakibatkan plastik ini dapat menyebabkan kerusakan ekosistem. Bahkan pada tahun 2050 yang akan datang, dapat diprediksi bahwa sampah plastik akan mengalahkan jumlah ikan yang berada di laut.

4. Asap Pembakaran Sampah Plastik Memicu Penyakit
    
Membakar sampah plastik merupakan kegiatan yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan guna untuk mengurangi tumpukan sampah yang membukit. Padahal, hal tersebut justru dapat menimbulkan masalah baru bagi kesehatan.

Sampah plastik termasuk sedotan plastik mengandung kandungan karbon dan hydrogen. Zat-zat tersebut akan berkumpul dengan zat lain yakni, klorida. Jika zat tersebut bertemu dengan sisa makanan atau minuman, kemudian zat tersebut bertemu dengan api, maka campuran zat tersebut dapat membahayakan manusia.
Dikatakan dapat membahayakan manusia karena ketika sedotan plastik yang telah bercampur dengan sisa makanan dan minuman itu dibakar, maka sampah tersebut akan memproduksi zat yang dinamakan dioksin dan furan.

Zat dioksin dan furan apabila dihirup manusia dalam waktu singkat akan menimbulkan reaksi batuk, sesak nafas, dan pusing. Sedangkan dalam jangka panjang paparan dioksin dapat memicu adanya penyakit mematikan yaitu, kanker.

5. Pencemaran Udara, hingga Pemanasan Global

Bahaya lain dari pembakaran sampah adalah pencemaran udara. Pasalnya, emisi karbondioksida yang dihasilkan akan menipiskan lapisan ozon. Gas rumah kaca pun akan meningkat sehingga pemanasan global akan semakin parah. Hal ini akan berdampak pada kehidupan manusia seperti suhu bumi yang berubah menjadi semakin panas serta mencairnya es di Kutub.

Oleh karena dampak-dampak tersebut, sudah seharusnya kita mulai sadar untuk memulai mengurangi penggunaan barang yang terbuat dari plastik, terutama sedotan plastik karena bahannya yang sulit terurai dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan baik di darat, di udara maupun di lautan.

Salah satu upaya dalam rangka mengurangi sampah sedotan plastik yaitu dengan menggunakan sedotan stainless steel, sedotan tersebut dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama karena terbuat dari bahan stainless steel yang kuat pada suhu dingin ataupun panas dari minuman sehingga lebih aman untuk digunakan.
Bentuknya yang kokoh pun membuat kita dapat membawanya kemana saja tanpa takut rusak ataupun patah. Selain itu, sedotan stainless steel dapat membantu menjaga kelestarian alam agar tetap asri dan indah.

Oleh karena itu mulai-lah mengurangi pemakaian plastik di kehidupan sehari-hari salah satunya dengan mengganti sedotan plastik menjadi sedotan stainless steel, yuk! Karena jika bukan kita yang menjaga lingkungan sebagai tempat tinggal kita, lalu siapa lagi?

Penulis:
Dwika Anisa Puspitasari
Mahasiswi London School of Public Relations
dwika.anisa09@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR