Millenials Menabung? Kenapa tidak?

Ini Dia Alasan Kenapa Generasi Muda Perlu Menabung

Citizen Journalism

Kamis, 10 Januari 2019 | 13:17 WIB

190110132434-ini-d.jpg

Ilustrasi

MENABUNG adalah menyisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk tujuan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Bisa dalam satu tahun, lima tahun, sepuluh tahun, atau bahkan seumur hidup, sesuai dengan perencanaan yang telah kita buat dan uang tabungan sebaiknya janngan di ambil kecuali dalam keadaan darurat.

Pada zaman sekarang ini masih banyak kaum muda khususnya generasi millenials yang tidak suka menabung, walaupun pada survei yang dilakukan di sosial media instagram (instastory), didapati 76% millenials yang suka atau “mengaku” suka menabung dan 24% kaum muda yang tidak suka menabung. Selain itu, di beberapa situs berita online telah banyak juga artikel tentang betapa pentingnya menabung sejak muda, dan banyak juga yang berbagi kiat-kiat menabung sampai berhasil sebagai seorang penabung.

Uang memang memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup kita. Bagaimana tidak? Setiap orang membutuhkan uang dalam setiap kegiatannya, ketika ingin makan, ingin berangkat sekolah, pasti membutuhkan uang. Bahkan ketika akan bekerja untuk mendapatkan uang saja tetap membutuhkan uang untuk memulainya. Dan yang paling sederhana adalah, untuk hidup di suatu Negara saja kita perlu membayar pajak dengan uang. Oleh karena itu kita dihimbau untuk menabung sejak kita masih muda.

Selain itu, bank-bank di Indonesia pun sudah menyediakan fasilitas tabungan untuk anak kecil agar kebiasaan menabung sudah dimulai sejak dini. Ini semua terjadi karena kesadaran banyak orang akan pentingnya uang dan bahayanya jika tidak memiliki uang sedangkan itu sangat diperlukan.

Akan tetapi, meski telah banyak pihak yang sudah menekankan pentingnya menabung, dan banyaknya fasilitas tabungan yang diberikan oleh bank-bank kepada masyarakat agar dapat membangkitkan semangat mereka dalam menabung, ternyata masih banyak yang menganggap sepele tentang menabung itu sendiri.
Kamu millenials? Kamu salah satu yang menganggap bahwa menabung itu tidak penting? Jika ya, Simak beberapa alasan mengapa kita benar-benar harus menabung sejak usia muda.

Millenials perlu tahu bahwa menabung adalah hal yang menyenangkan dan tentunya tidak akan pernah merugikan baik dimasa kini maupun dimasa yang akan datang. Menabung akan menolong kita dan menjauhkan kita dari berhutang, dan hal yang tidak diinginkan lainnya. Sebuah wawancara juga telah dilakukan dengan kerabat dekat, yang mana beliau adalah seorang calon Anggota Legislatif Kota Bogor daerah pemilihan Bogor Selatan, bernama Septian Maulana.

Beliau mengatakan bahwa menurutnya, yang penting dari menabung adalah bukan hanya dari sekadar hasil yang didaptkan melainkan bagaimana kita membiasakan diri untuk mengatur sesuatu sejak dini, sehingga kebiasaan tersebut akan menjadi sebuah gaya hidup yang positif. Selain itu menjelaskan cara efektif menabung adalah dimulai dari niat yang kuat dan kita harus keras terhadap diri sendiri dalam menghadapi “godaan” pada saat menabung, lalu fokuslah ke tujuan, menabung itu perlu ada tujuan/sasaran sehingga ada motivasinya. Otomatis kita akan sisihkan uang kita berapapun jumlahnya.

Dan beliau berpendapat bahwa penyebab utama mengapa anak muda sulit untuk terbiasa menabung adalah sosial media. Karena kebanyakan sosial media melahirkan gaya hidup konsumtif daripada produktif. Sangat banyak anak muda bahkan anak-anak yang usianya masih sangat dini pun menggunakan/mengakses sosial media. Sehingga kecenderungannya adalah membentuk mindset serta pola hidup yang konsumtif. Selain itu sekarang sudah banyak aplikasi belanja online yang memudahkan semua orang untuk melakukan pembelian, hal itu yang akan semakin membuat anak muda tergerak ke arah hidup yang boros dan tidak terbiasa menabung.

Beliau juga mengatakan, jika harus memilih antara “menabung sampai kaya” atau “menjadi kaya baru menabung” maka jawabannya adalah “menjadi kaya baru menabung” karena menurutnya akan tidak baik kalau tujuan utama menabung adalah menjadi kaya, menabunglah untuk tujuan ‘menginspirasi’ maka baginya beliau akan lebih suka dengan pilihan yang dibuatnya sendiri yaitu “menabung untuk menginspirasi.”

1. Mencegah diri dari berhutang

Hidup itu seperti roda, kadang diatas kadang dibawah. Namun saat kita berada di bawah, ada banyak sekali kesulitan yang harus kita lakoni, termasuk kesulitan ekonomi yang menyudutkan kita untuk melakukan hutang. Itu bisa terjadi karena bisnis kita yang gagal akhirnya kita berhutang pada orang lain atau justru menjalani bisnis dengan hutang.

Dampak buruk hutang akan semakin banyak lagi apabila kita berhutang kepada orang yang salah seperti rentenir dengan bunga yang sangat tinggi hingga 50%, akan sangat menyengsarakan kita bukan, udah lagi hancur ditambahin hancur lagi. Si rentenir saja yang untung. Oleh sebab itu kita perlu menabung, menyimpan sebagian uang yang ada untuk cadangan ketika ekonomi kita sedang merosot. Percayalah, menabung tidak akan pernah merugikan kita. Justru menabung akan menyelamatkan kita dari berbagai kesulitan ekonomi.

2. Mengatasi kehilangan pekerjaan

Seperti yang kita ketahui, pekerjaan merupakan sumber penghasilan. Dapat dibayangkan akan sesulit apa hidupnya ketika seseorang menjadi seorang pengangguran akibat kehilangan pekerjaan. Oleh sebab itu, bagi para pekerja, kamu harus siap pada berbagai keadaan terutama ketika perusahaan tempatmu bekerja bangkrut dan terjadi pengurangan jumlah karyawan, akhirnya terpaksa kamu harus kehilangan pekerjaan.

Saat ini terjadi, sudah pasti pendapatanmu akan langsung terhenti. Tidak ada uang yang masuk, tetapi pengeluaran sehari-hari harus tetap terjadi, lalu bagaimana jika ini terjadi? Selain itu Inilah mengapa kamu harus selalu menabung, yaitu agar kamu memiliki uang simpanan untuk menjaga kelangsungan hidupmu pada saat kamu sudah tidak lagi ada penghasilan. Meskipun tidak lagi memiliki sumber penghasilan, setidaknya kamu masih memiliki uang yang bisa dipakai untuk hidup.

3. Bersiap menghadapi kecelakaan
Tak ada yang bisa menerka kapan musibah kecelakaan lalu lintas terjadi. Siapa pun dapat menjadi korban. Data dari Bank Dunia menunjukkan setiap tahun lebih dari 1,17 juta orang meninggal dalam kecelakaan jalan di seluruh dunia. Belum termasuk yang mengalami cacat dan luka-luka.

Sekitar 70 persen kematian tersebut terjadi di negara berkembang.Kecelakaan lalu lintas tak hanya mendatangkan risiko meninggal dunia dan luka berat. Namun juga menimbulkan dampak-dampak turunan yang merugikan bagi keluarga korban. Mengapa demikian? Karena yang mengalami kecelakaan sebagian besar masih berusia produktif dan berstatus tulang punggung ekonomi keluarga. Untuk menghindari hal tersebut maka sebaiknya kita menabung, sedikit demi sedikit untuk mempersiapkan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Menyiapkan dana liburan

Pikiran seseorang yang segar dan jernih bisa membuatnya menjadi lebih produktif. Salah satu cara untuk membuat pikiran menjadi segar dan jernih adalah dengan liburan. Memang, secara kasat mata, mungkin sulit untuk menjelaskan manfaat liburan.

Tapi, tahukah kamu, liburan bisa membuat kita bahagia? Melihat fakta banyak orang yang mengeluh tentang beban pekerjaan yang membuat mereka menjadi stres hingga akhirnya menginginkan liburan, terlihat jelas bahwa liburan memang dibutuhkan.  Agar momen bahagia ini bisa terwujud pastinya akan membutuhkan uang.

Kamu harus membayar sejumlah biaya yang diperlukan untuk bisa melakukan ini. Oleh karena itu, supaya keuanganmu tidak jadi keteteran karena biaya liburan itu, kamu harus bersiap-siap dengan cara mulai menabung setiap bulannya untuk kebutuhan ini. Jika pergi dengan dana tabungan, maka kamu akan lebih tenang dan senang ketika menjalani liburan.


5. Mendisiplinkan diri

Menjadi pribadi yang disiplin itu tidaklah mudah, harus dilatih dan terus menerus diterapkan agar menjadi kebiasaan. Ada banyak cara untuk membantu mendisiplinkan diri kita, salah satunya adalah dengan cara menabung. Dengan menabung kita jadi harus terbiasa membagi persenan uang yang kita punya untuk disisihkan setiap hari atau setiap bulannya untuk ditabung. Dengan menabung kita juga akan terbiasa menahan diri dari godaan untuk membali hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan.

6. Mencegah hidup boros

Di era digital yang segalanya serba mudah ini, telah banyak situs maupun aplikasi belanja Online. Hal-hal tersebut membuat para generasi muda khususnya millenials yang merasa sangat dimudahkan untuk berbelanja, karena mereka hanya tinggal duduk manis, pilih barang yang mereka sukai, klik beli, transfer uang untuk pembayaran, selesai. Mereka tinggal menunggu barang yang mereka beli datang kerumah mereka. Semudah itu sehingga pola hidup boros dapat dengan mudah tercipta. Untuk menghindarinya, maka kita perlu membiasakan menabung, sedikit saja dari uang jajan atau penghasilan setiap harinya disisihkan untuk ditabung. Dan secara tidak langsung, kita akan berpikir dua kali setiap akan mengeluarkan uang untuk membedakan mana “kebutuhan dan mana yang hanya “keinginan” saja.

7. Andal mengatur keuangan

menabung adalah menyisihkan, mengatur dan menyimpan uang untuk kebutuhan di masa yang akan datang. Jadi, apabila kamu menjadi seorang penabung maka dengan sendirinya kamu akan terbiasa mengatur keuangan. Kamu akan dengan andal memilah berapa persen uang uang akan digunakan, dan berapa persen uang yang akan di simpan untuk ditabung. Selain itu kamu tidak akan merasa kebingungan ketika kebutuhan meningkat sedangkan penghasilan tetap segitu adanya karena kamu sudah andal dalam mengelola keuangan kamu.


Penulis:
Nikita Anindya Megaputri
Mahasiswi London School of Public Relations
nikitaanindya08@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR