Memajukan Pendidikan dengan 5S

Citizen Journalism

Senin, 7 Januari 2019 | 13:18 WIB

190107131910-memaj.jpg

dakwatuna

Ilustrasi.

SETIAP warga negara mempunyai hak untuk mengecap pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu cara seseorang untuk bermobilitas dalam kehidupannya.

Dengan pendidikan lah seseorang dapat hidup dengan lebih baik lagi dan mencerdaskan kehidupannya. Selain itu, dalam agama sudah diperintahkan oleh Allah untuk mencari ilmu, karena dengan ilmu lah derajat seseorang akan naik.

Mencerdaskan seluruh warganya sudah menjadi cita-cita negara yang diatur dalam pembukaan UUD. Maka dari itu sebuah pendidikan membutuhkan fondasi agar kokoh.

Sebuah bangunan membutuhkan fondasi, hal itu sama seperti pendidikan. Selain itu, lanadasan pendidikan juga bisa dijadikan sebagai pedoman agar pendidikan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan dicita-citakan.

Semua itu sudah diatur dalam sebuah konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 tentang pendidikan yang kemudian diturunkan oleh pemerintah lewat undang-undang sisdiknas no.23 yang kemudian dari sana diturunkan lagi oleh Kemendikbud dan pemerintah yang mengatur tentang prosedur pendidikan di Indonesia, terutama Undang-Undang nomor 21, 22, 23, 24 tahun 2016 yang mengatur tentang standar pendidikan sekolah dan pembelajaran. Hal itu diwujudkan dengan pembentukkan kurikulum.

Pemerintah terus melakukan upaya untuk menciptakan kurikulum yang diharapkan dapat membawa pendidikan Indonesia lebih baik lagi. Namun, perubahan-perubahan kurikulum selalu menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat.

Di era yang sudah banyak berubah ini, pemerintah seharusnya melakukan revitalisasi terhadap pendidikan. Baik itu dari sistemnya ataupun kurikulumnya agar dapat menyesuaikan dengan zamannya. Pemerintah sudah melakukan upaya untuk merevitalisasikan pendidikan salah satunya dengan melakukan perubahan pada sistem kurikulum. Jika kurikulum sebelumnya hanya dititik bebankan pada segi pengetahuan saja, pada kurikulum 2013 aspek karakter anak sudah mulai ditekankan. Karena pada zaman sekarang banyak kebudayaan yang masuk sehingga mulai melunturkan kebudayaan  lama.

Indonesia sudah mengalami krisis moral pada anak bangsa, salah satunya tidak sopan terhadap guru dan mulai lunturnya keramahan. Keramahan merupakan identitas dari negara Indonesia, namun mulai perlahan identitas itu sudah luntur.

Untuk mempertahakan identitas Indonesia, pemerintah Bandung melakukan upaya yaitu berupa mendeklarasikan program santun pada tanggal 1 November 2018. Program ini bertujuan untuk menghasilkan generasi yang tak hanya pintar mengusai ilmu pengetahuan saja, namun memiliki sikap yang  berbudi luhur. Zaman sekarang banyak orang-orang namun tak memiliki sikap yang santun.

Sikap santun sangat dibutuhkan dalam proses kemajuan pendidikan ataupun dalam kehidupan sehari-hari karena sikap santun sendiri merupakan peraturan yang tidak tertulis namun menjadi hal yang sangat krusial. Karena jika kita mempunyai sikap santun maka orang-orang akan menghargai kita.

Sikap santun juga dibutuhkan saat melakukan prosese pendidikan, yaitu sikap santun terhadap guru. Sikap santun terhadap guru merupakan salah satu adab, sedangkan adab itu sangat penting. Karena adablah yang menentukan ilmu itu akan berkah atau tidak.

Tak hanya sikap santun saja yang dapat memperbaiki sistem pendidikan, tapi keluarga merupakan salah satu cara memperbaiki pendidikan di Indonesia. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan paling utama.

Karakter dan kebiasaan terbentuk dari sebuah keluarga. Jika pendidikan keluarga saja tak dapat terpenuhi bagaimana jika mau melanjutkan pendidikan selanjutnya. Anak yang pendidikan keluarganya terpenuhi akan berbeda dengan anak yang kurang terhadap pendidikan keluarganya. Pendidikan keluarga tak terlepas dari peran wanita.

Seorang ibu merupakan pendidikan pertama bagi setiap anaknya. Bahkan wanita bisa dikatakan sebagai penentu suatu peradaban karena ibu yang cerdas akan menghasilkan generasi-generasi yang cerdas dan mampu untuk membangun peradaban.

Selain keluarga, lingkungan juga mempengaruhi kemajuan suatu pendidikan Indonesia. Jika lingkungan anak bangsa tidak mendukung dia untuk maju, maka pendidikan akan terhambat. Misalkan jika dalam sebuah lingkungan pemulung, maka anak-anak pemulung tersebut akan hidup dalam putaran yang sama saja. Karena hal itu sudah menjadi zona nyaman. Zona nyaman membuat seseorang susah untuk maju. Jika ingin maju maka  keluarlah dari zona nyaman.

Maka dari itu untuk membangun dan memperbaiki pendidikan tak hanya peran pemerintah saja, namun harus ada kerja sama antar masyarakat. Karena pekerjaan yang dikerjakan secara bergotong royong maka akan menjadi lebih mudah. Dan jika tidak ada satu unsur yang ikut serta, maka tidak akan terwujud. Karena keduanya saling melengkapi.

Penulis :
Reyzal Dwi Soeltansyah
reyzaldwisoeltansyah@gmail.com

Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR