Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Bandung Kini Punya Kampung Wisata Braga

Bandung Raya

Minggu, 10 November 2019 | 16:36 WIB

191110163731-tingk.jpg

Rio Ryzki Batee


Pemkot Bandung meluncurkan Kampung Wisata Braga dan Co-working Space pada Braga Festival, di Kawasan Jalan Braga Pendek, Kota Bandung, Ahad (10/11/2019).

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, hadirnya kampung wisata dan co-working space tersebut diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

"Ini bisa meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung. Termasuk menghadirkan jiwa enteurpreneur," ungkapnya usai peresmian Kampung Wisata Braga dan Co-working Space.

Menurutnya tempat tersebut menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, dalam mengembangkan potensi ekonomi. Terutama dengan mengembangkan kreatifitas yang dimiliki oleh warga Kota Bandung.

"Tempat ini sebagai berkumpulnya masyarakat dalam mengembangkan ekonomi. Di sini ada pelatihan menjahit, melukis, juga akan ada merakit lampu. Intinya, semua program yang dimensi penguatan ekonomi harus dirangkul," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan, pada kampung wisata kreatif terdapat beberapa kawasan.

Di antaranya kawasan tanaman obat keluarga di RW 06, sanggar melukis, kacapi suling, tembang Sunda Cianjuran dan degung di Rumah Seni Ropih, dan industri kerajinan daur ulang sampah koran dan kantong plastik RW 06.

Selain itu, juga ada kawasan pasar antik Cikapundung dan destinasi wisata Kuliner legendaris seperti Braga Permai, Kopi Aroma dan Warung Kopi Purnama.

"Untuk tahun depan kita terus kembangkan seperi destinasi wisata mural di Jalan Marconi, Morse dan Jalan Radio. Serta kampung wisata Warna Warni di Cikapundung," jelasnya.

Ia menuturkan, dipilihnya kawasan Braga, karena sebagai kawasan percontohan untuk wilayah lainnya. Braga memiliki kawssn art Deco, sejarah dan kebudayaan yang cukup kental.

"Kampung Braga itu, temanya sejarah dan warisan budaya dan krearif. Kawasan ini banyak sejarah, kaitan dengan KAA dan Soekarno," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA