LPM Desa Harus Diperdayakan Sebagai Mitra Perencanaan Pambangunan Daerah

Bandung Raya

Jumat, 8 November 2019 | 17:55 WIB

191108175010-lpm-d.jpg

LEMBAGA Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ada di desa dan kelurahan harus lebih diberdayakan dan dimanfaatkan sebagai mitra kerja pemerintah dalam perencanaan pembangunan daerah.

Kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa (DPMPD) Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, hal tersebut juga merupakan akselerasi perdayaan LPM di desa.

Adapun akslerasi untuk meningkatkan peran LPM di tengah masyarakat, khususnya di Jawa Barat adalah dengan mensinergikan segala upaya dan tujuan pembangunan di Jawa Barat, keberadaan LPM Jawa Barat dengan mengupayakan seluruh tenaga yang ada melalui langkah-langkah terobosan guna mendukung pelaksanaan program/kegiatan unggulan yang ada demi terwujudnya Jawa Barat Juara.

"Ini juga sebagi bentuk sinergrtas antara pemerintah provinsi dengan pemberdayaan masyarakat tingkat desa dan kelurahan," kata Dedi.

Dedi menambahkan, Jawa Barat masih berpeluang untuk terjadinya pemekaran desa jika dilihat dari jumlah penduduk dan luas wilayah Jawa Barat saat ini. Melihat peluang ini, Kepala DPM-Desa yakin bahwa LPM merupakan perencana pembangunan yang diharapkan dapat memetakan arah pembangunan ke depan khususnya di Jawa Barat.

"Saya harapan Kepala DPM-Desa selanjutnya, berkaitan Rakerda yang dilaksanakan hari ini adalah masukan dari para LPM yang hadir agar menjadi konsep pembangunan dan hal apa saja yang akan digarap oleh LPM Jawa Barat," ujar dia.

Sementara itu Ketua DPD LPM Jawa Barat, Tatang Suratis mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan oleh LPM adalah memasuki ranah perundang-undangan sesuai amanat Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa.

"Hal ini dapat dimulai dengan perencanaan penyusunan Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur yang berisi terkait peran dan fungsi LPM yang harus diberdayakan kembali oleh Pemerintah dan dilibatkan dalam pemberdayaan dan pembangunan," kata dia.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA