Bandung Belum Masuk Kondisi Siaga Banjir

Bandung Raya

Kamis, 7 November 2019 | 18:48 WIB

191107184857-bandu.jpg


WALAU mengalami kebanjiran di sejumlah titik, Kota Bandung masih belum masuk kondisi siaga banjir. Pasalnya banjir yang terjadi tidak lama, dan hanya beberapa jam saja sudah surut.

"Kalau siaga banjir belum karena banjir di Kota Bandung berbeda dengan daerah lainnya, yang bisa berhari-hari. Sedangkan di Kota Bandung, satu atau dua jam sudah surut," ungkap Kepala Diskar PB, Dadang Iriana dikantornya, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (7/11/2019).

Menurutnya, sejumlah titik yang rawan banjir di Kota Bandung, yakni kawasan Gedebage, Jatihandap, Pasteur dan Pagarsih. Sejumlah kawasan tersebut, menjadi perhatian pihaknya, ketika terjadi hujan.

"Seperti di Pagarsih, banjir yang terjadi bukan bencana tapi hanya cileuncang, dan belum terlalu membebani masyarakat," ujarnya.

Walau demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan mempersiapkan sarana dan prasarana maupun personel ketika banjir terjadi. Lebih jauh terdapat, 30 personel yang tergabung dalam tim rescue Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB), yang siap turun ketika terjadi bencana banjir.

"Untuk berbagai bencana lain, tidak hanya banjir tapi juga longsor, pohon tumbang dan lain sebagainya sudah dipersiapkan pasukan rescue dari Satlak PB Kota Bandung," katanya.

Disinggung terkait warga yang membuang sampah ke sungai, lanjut Dadang, pihaknya merasa prihatin dan menilai merupakan perbuatan segelintir oknum di masyarakat yang masih belum memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan.

"Seperti ada kasur dan kursi yang dibuang ke sungai, ini tentu sangat memprihatinkan. Ini pasti oknum masyarakat yang bandel," ucapnya.

Dadang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu mengandalkan pemerintah, sehingga ikut berpartisipasi dan memiliki kesadaran terkait lingkungan. Karena dampaknya dirasakan  oleh masyarakat banyak.

"Kita terus melakukan edukasi dan sosialisasi ke seluruh kecamatan di Kota Bandung. Tapi tetap partisipasi dan peran serta masyarakat tetap dibutuhkan," tambahnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA