Renovasi Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung Capai Rp1,7 Miliar

Bandung Raya

Rabu, 6 November 2019 | 20:05 WIB

191106204447-renov.jpg

Yeni Siti Apriani


RUANG rapat paripurna DPRD Kota Bandung saat ini masih dalam tahap renovasi. Anggaran untuk perbaikan ini mencapai Rp 1,7 miliar.

"Dari pagu Rp 2 miliar, hpsnya (harga perkiraan sendiri) RP 1,9 miliar dan kontraknya Rp 1,7 miliar," ungkap Sekretaris DPRD Kota Bandung Salman Fauzi didampingi Kepala Bagian (Kabag Umum) Jaja Nurjaman, di DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Rabu (6/11/2019).

Dikatakan Jaja, perbaikan ruang rapat paripurna dilakukan karena kondisinya sudah memprihatikan. Pada tahun 2016, terjadi puting beliung yang merusak atap gedung DPRD Kota Bandung. Saat terjadi puting beliung, ruang paripurna terkena banjir sehingga karpet dan pangggung rusak.

"Kang Emil pada waktu itu (saat menjawab sebagai wali kota, red) datang dengan kondisi (ruang rapat paripurna, red) seperti itu," ungkap Jaja.

Karena itulah, ungkap Kaka, Setwan DPRD Kota Bandung mengajukan anggaran perbaikan pada 2016. "Namun pada periode itu belum bisa dilakanakan. 'Baru di tahun 2019 kita dapatkan alokasi kurang lebih Rp 2 miliar,'" tandasnya.

Anggaran tersebut, ungkapnya, untuk perbaikan interior seperti karpet, panggung, dinding dan plafon ruang rapat paripurna. Untuk desainnya merupakan sumbangan dari Ridwan Kamil yang saat itu maish menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

"Atap sebelumnya sudah diperbaiki, itu juga baru tahun ini. Sekarang untuk desain interior, seperti karpet diganti parkit, sehingga kalu hujan tidak basah. Selain menyesuaikan dengan desain, itu juga merupakan pertimbangan pimpinan dewan. Ada juga perbaikan panggung, dan dinding," ungkapnya.

Untuk fasilitas lain seperti kursi dan meja belum termasuk pada perbaikan tersebut. "Kursi dan meja masih yang dulu, walau beberapa kursi tamu undangan sudah ada yang rusak. Nanti itu kita ajukan lagi," terangnya.

Jaja kembali menegaskan, perbaikan ruang rapat paripurna ini dilatarbelakangi kebocoran.

"Makanya dilakukan renovasi karena urgensinya sangat penting," tandasnya.

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengaku, ruang rapat parupurna beberapa waktu laku kerap bocor bila musim hujan.

"Bahkan, saat duduk pun kalu hujan ada air yang netes di samping saya," tandasnya.

Diakuinya, saat hujan tiba terjadi ketidaknyamaan karena atap gedung yang bocor akibat puting beliung beberapa tahun lalu.

"Saat hujan aliran listrik juga terganggu," terangnya.

Bocornya atap gedung DPRD Kota Bandung yang berada tepat di ruang rapat paripurna ini juga berimbas pada ruang individu anggota dewan yang berada di lantai 2.

"Ruang pribadi dewan juga ada rembesan air. Ruang ini biasanya dipakai anggota dewan untuk nyimpen baju dan buku-buku," tandasnya.

Selain kedua ruangan tesrebut, ruang Tedy pun bocor. "Di ruang ketua juga, saat kemarin hujan juga bocor, kemarin kita siapkan 4 ember (tampung air, red). Kalau raung fraksi, di PKS enggak hanya Nsdem bocor juga," ujarnya.

Diakuinya, dari awal pembangunan gedung DPRD kontruksinya tidak sesuai harapan.

"Mudah-mudahan setelah perbaikan, ruang rapat paripurna tidak bocor lagi termasuk ruang anggota dewan yang memang letaknya dibawah ruang paripurna,' harap Tedy.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA