DPRD Kota Bandung Minta Dishub Ambil Peluang di Bandara Husein Sastranegara

Bandung Raya

Rabu, 6 November 2019 | 19:40 WIB

191106194225-dprd-.jpg

DIREKTUR Utama AP II Muhammad Awaluddin berencana menjadikan Bandara Husein Sastranegara sebagai pusat pesawat propeller atau pesawat baling-baling, dengan target 100 penerbangan rute tujuan.

Rute penerbangan tersebut, di antaranya Surabaya, Bengkulu, Yogyakarta, Tanjung Karang, Halim Perdanakusuma, Solo, Pangkalpinang, dan titik lainnya, hingga akhir 2019 ini.

Melihat perkembangan tersebut,  Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan meminta Dinas Pehubungan (Dishub) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung untuk mengambil peluang tersebut. Sehingga segera menjalin komunikasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menurutnya, peluang itu berpotensi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung, khususnya peningkatan pada sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi. Mengingat dengan frekuensi yang ada saat ini hanya 56 penerbangan dengan rute yang dibatasi, membuat para pelaku usaha kesulitan.

"Apalagi kami sudah menyampaikan hal tersebut kepada Kemenhub di Jakarta, baik terkait berbagai keluhan akan tarif maupun waktu tempuh lebih lama, yang dialami oleh masyarakat yang ingin datang atau keluar dari Kota Bandung, khususnya dari luar pulau Jawa," ungkapnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (6/11/2019).

Tedy mencontohkan, seperti lama waktu tempuh dari Kota Bandung menuju Bali, yang sebelumnya hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam, kini hampir tujuh jam. Karena rute penerbangan yang diarahkan untuk transit menuju Surabaya terlebih dahulu.

"Dengan adanya kesempatan terbuka dari Kemenhub tersebut, saya mempertanyakan, sudah ada komunikasi dan koordinasi belum dari Pemkot Bandung untuk memastikan hal tersebut betul-betul dapat teralisasi," katanya.

Dikatakannya, peluang besar ini tidak ada istilah kesempatan kedua, sehingga harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Sehingga harus segera bertindak cepat, agar tidak kehilangan potensi tersebut.

Lebih jauh, dengan dampak dari potensi PAD ini, akan berdampak pada masyarakat luas. Terutama bagi para pelaku usaha dan perekonomian Kota Bandung yang dapat kembali meningkat.

"Peluang besar ini jarang terjadi dan tidak ada istilah kesempatan kedua, kalau tidak ada upaya jemput bola dari Pemkot Bandung untuk menyambutnya, berarti akan hilang kesempatan yang ada di depan mata. Maka ini disayangkan," tambahnya.

Editor: Efrie Christianto



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA