Soal Kereta Cepat, KBB Tunggu Perjanjian Kerja Sama dengan PT KCIC

Bandung Raya

Rabu, 6 November 2019 | 13:19 WIB

191106132033-soal-.jpg

dok

ilustrasi

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat optimistis perjanjian kerja sama pembangunan sejumlah infrastruktur dengan PT Perkebunan Nusantara VIII, PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dapat terealisasi.

Perjanjian kerja sama itu merupakan tindaklanjut dari penandatangan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dengan ketiga direktur BUMN tersebut pada 16 Oktober 2019.

Rencananya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama pada 23 Oktober 2019 namun mengalami penundaan.

"Pergantian Menteri BUMN dari Rini Soemarno ke Erick Tohir pastinya berpengaruh terhadap proses perjanjian kerja sama. Tapi tidak mungkinlah dibatalkan, hanya butuh proses lagi saja," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat Asep Sodikin di Padalarang, Rabu (6/11/2019).

Ia optimis perjanjian kerja sama dapat terwujud. Pergantian Menteri tidak serta merta merubah kebijakan yang sudah terbangun.

"Mereka juga kan butuh pengembangan wilayah bisnis, tidak hanya cukup membangun transit oriented development (TOD) atau stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung," tuturnya.

Ia mengungkapkan, draf perjanjian kerja sama yang dibuat Pemkab Bandung Barat sudah diserahkan kepada pusat tinggal menunggu tanggapan dari mereka.

"Prosesnya memang tidak sederhana dan membutuhkan waktu, karena kan uangnya bukan uang sedikit lebih dari Rp 1triliun," katanya.

Berita sebelumnya, ketiga BUMN tersebut sepakat membangun dan menyediakan lahan seluas kurang lebih 30 hektare dan membangun sarana olah raga berikut penunjang lainnya. Selain itu, juga menyediakan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan Masjid Besar Kecamatan Cikalongwetan beserta pondok pesantren di kecamatan tersebut.

Selain itu, akan membangun infrastruktur pada tiga ruas jalan di wilayah Bandung Barat yaitu ruas Jalan SPN Cisarua-Tugu Nanas sepanjang 21.900 meter, Jalan Cipada (Loseng)-Wadon sepanjang 10.700 meter, ruas Jalan Nanggeleng-Sirnaraja-Mandalamukti sepanjang 13.200 meter. Semua jalan eksisting itu akan diperlebar dari 3-5 meter menjadi 10 meter.

Editor: Lucky M. Lukman



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA