Jadi Percontohan, Bandung Barat Atasi Persoalan Tenaga Kerja

Bandung Raya

Minggu, 3 November 2019 | 11:32 WIB

191103113055-jadi-.jpg

Dicky Mawardi

SEBANYAK delapan perusahaan besar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjalin kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB dalam pemenuhan kebutuhan pekerja sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

Kepala Disnakertrans KBB, Iing Solihin mengatakan, setelah KBB menjadi proyek percontohan program Skill Development Center (SDC) tingkat nasional, sejak Mei 2019 sudah lebih dari 9.000 orang yang mengisi formulir pendaftaran penyaluran tenaga kerja ke perusahaan.

"Selama ini kendala pemenuhan pegawai yang dihadapi perusahaan atau industri, berkaitan dengan skill yang tidak seusai dengan kriteria yang dibutuhkan. Namun setelah Bandung Barat menjalankan program SDC persoalan tersebut bisa teratasi," kata Iing saat dihubungi galamedianews.com, Minggu (3/11/2019).

Pasalnya, lanjut Iing, sebanyak 9.000 orang pencari kerja dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi dengan beragam disiplin ilmu bisa disalurkan ke perusahaan.

"Teknisnya, dinas akan melakukan seleksi awal sesuai dengan kriteria yang diminta perusahaan. Misalnya, dibutuhkan sarjana maka kita lakukan penjaringan. Selanjutnya akan kita berikan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Gatot Subroto di Kota Bandung sampai mereka siap pakai, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jadi inilah yang dinamakan link and match," paparnya.

Ia menyebutkan delapan perusahaan besar yang sedang dan akan segera menjalin kerja sama adalah PT Indofood, PT Ultrajaya, PT Tujuh Insan Mandiri, PT Falmaco, PT Yolita, PT Tipatex, Pabrik Sosis, dan PT Ateja.

"November ini sudah mulai dilaksanakan pelatihan di BLK untuk PT Indofood. Kalau ditotal untuk delapan perusahaan ini saja, kebutuhan pegawainya bisa ratusan," ujarnya.

Iing mengakui, untuk perusahaan, jenjang pendidikan pegawai yang dibutuhkan dari SMA/SMK ke atas. Oleh karena itu, bagi lulusan SD maupun SMP yang tidak terserap perusahaan atau industri diarahkan menjadi seorang wirausahawan baru.

"Mereka mendapat pelatihan di BLK, seperti bidang perikanan dan pertanian. Bahkan kami siapkan pula buyer atau perusahaan yang siap menampung hasil panennya," kata Iing.

Lebih jauh Iing menjelaskan, program SDC selain menciptakan wirausahawan baru dan penyaluran tenaga kerja ke sektor industri, juga pemagangan keluar negeri.

"Jepang sudah menyatakan kesanggupannya menampung sebesar-besarnya bagi warga Bandung Barat yang berniat magang ke Negari Sakura tersebut," tandasnya.

Seperti diketahui, pengentasan masalah pengangguran menjadi salah satu janji politik Bupati Aa Umbara Sutisna dan Wakil Bupati Hengki Kurniawan pada saat pemilihan kepala daerah (pilkada).

Ketika hal itu ditanyakan kepada Iing, dijawabnya persoalan pengangguran pasti akan selalu menjadi perhatian siapapun, termasuk para calon kepala daerah.

"Pak bupati sendiri begitu serius dalam menangani persoalan pengangguran. Sebab bagaimanapun juga pengurangan pengangguran itu salah satu bagian dari upaya pengentasan kemiskinan," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA