Korban Angin Kencang Harus Mendapatkan Pelayanan Trauma Healing

Bandung Raya

Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:55 WIB

191022175650-korba.jpg

Engkos Kosasih

SETELAH angin kencang menerjang ribuan rumah dan menumbangkan ratusan pohon di Kecamatan Kertasari dan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (20/10/2019), malam pukul 23.00 WIB sampai Senin (21/10/2019) siang sekitar pukul 10.30 WIB, para korban yang terdampak angin kecang tersebut harus mendapatkan pelayanan trauma healing.

"Pelaksanaan trauma healing sangat penting untuk dilaksanakan, baik itu dilaksanakan Dinas Sosial maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Trauma healing itu penting untuk dilaksanakan kepada anak-anak, dalam upaya memulihkan rasa trauma mereka setelah sebelumnya melihat dan mengalami langsung kejadian tersebut," kata Camat Kertasari Dadang Hermawan kepada galamedianews.com di Kertasari, Selasa (22/10/2019) siang.

Dadang mengatakan, bencana angin kencang yang menerjang Kertasari dan Pangalengan itu, selama dua hari tersebut menimbulkan dampak trauma bagi masyarakat. "Sampai saat ini, bahkan masih banyak warga yang masih ketakutan ada angin kencang susulan. Mengingat pada Senin siang, angin kencang masih menerjang di Kertasari. Banyak atap rumah yang berterbangan, selain ratusan pohon tumbang," sebut mantan Sekcam Rancaekek tersebut.

Dadang mengatakan, warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup berat, ringan maupun sedang, masih ada yang ketakutan. Sebagian warga masih membiarkan rumahnya belum diperbaiki, setelah atapnya mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang.

"Warga yang rumahnya rusak berat, terpaksa dievakuasi dan menempati tempat pengungsian di masjid dan di gedung sekolah sejak Senin sampai Selasa ini," katanya.

Dampak dari bencana alam itu, imbuh Dadang, jaringan listrik PLN masih padam hingga Selasa ini karena ada bagian jaringan listrik yang terputus di kawasan Kertasari akibat tertimpa pohon tumbang.

"Bahkan untuk meningkatkan pelayanan di kantor Camat Kertasari, kami berusaha meminjam ganset dari BPBD Kabupaten Bandung. Soalnya, jaringan listrik masih padam, sementara pelayanan kepada masyarakat harus tetap dilaksanakan," ujarnya.

Tak hanya persoalan terputusnya jaringan listrik, imbuh Dadang, jaringan komunikasi selular pun sempat terganggu. "Apalagi pada Senin (21/10/2019), kami kesulitan komunikasi. Kami mau komunikasi dengan BPBD dan Dinas Sosial juga susah karena jaringan komunikasi sempat terputus, mungkin karena dampak jaringan listrik mati," paparnya.

Pascakejadian angin kencang itu, kata Camat Kertasari, pada Selasa ini, Dinas Sosial dan BPBD mulai mendistribusikan makanan cepat saji dan sembako, selain kebutuhan logistik lainnya untuk para korban yang rumahnya mengalami kerusakan berat, ringan maupun sedang.

"Bahkan di tempat pengungsian sementara korban angin puting beliung, sejumlah pihak disarankan untuk memasak makanan. Selain itu, kita juga menyiapkan tenda untuk warga yang rumahnya rusak berat," katanya.

Namun disinggung tentang pengadaan dampur umum, imbuh Dadang, teknisnya seperti apa, pihaknya akan terus menjalin koordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD dalam upaya penanggulangan korban angin kencang tersebut.
"Untuk penanganan awal kita menyelamatkan dulu jiwa manusia," katanya.

Lebih lanjut Dadang menuturkan, berdasarkan hasil pendataan sementara pascabencana angin kencang itu, tiga desa yang terdampak bencana tersebut. Yakni Desa Tarumajaya, Santosa dan Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari. "Hasil pendataan sementara, 1 unit rumah rusak berat di Desa Tarumajaya. Ditambah Desa Santosa, terdiri dari 42 rumah rusak ringan," jelasnya.

Menurutnya, dampak yang terparah yaitu di Desa Neglawangi. Di antaranya satu unit masjid, 1 unit madrasah, 1 unit tempat wisata (vila Negla 1924), kemudian Kantor Desa Neglawangi, dan 1 unit GOR Desa Neglawangi rusak sedang," paparnya.

Lebih memprihatinkan lagi, di Desa Neglawangi sebanyak 1.042 rumah rusak berat, sedang dan ringan. Namun berapa kerugian materi dampak bencana alam itu, pihaknya masih melakukan pendataan dan penghitungan.
"Namun untuk pohon tumbang, dari semua desa di Kecamatan Kertasari sebanyak 720 pohon yang tumbang," katanya.

Sampai Selasa ini, katanya, jajaran Muspika Kertasari dan jajaran Dinas Sosial dan BPBD memberikan bantuan logistik sementara kepada para korban. "Kita melakukan evakuasi warga ke tempat yang aman, disaat rumah mereka yang mengalami kerusakan belum diperbaiki," katanya.

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA