Pemkot Bandung Didesak Segera Lakukan Lelang Terbuka Direksi PD Pasar

Bandung Raya

Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:51 WIB

191022175300-pemko.png

KOMISI B DPRD Kota Bandung mendesak Pemkot segera melakukan open biding Direksi PD Pasar Kota Bandung. Dengan demikian, dapat segera melaksanakan berbagai program, terutama terkait persoalan aset pasar-pasar di Kota Bandung.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Bandung, sehingga PD. Pasar bisa segera melakukan tugasnya, termasuk soal aset pasar-pasar tradisional," ungkap Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Kurnia Solihat di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya jajaran direksi saat ini di PD. Pasar, terlebih dengan kekosongan karena berbagai permasalahan. Seperti Plt. Dirut PD Pasar, Andri Salman yang tersangkut kasus KPK dan lain sebagainya.

Dikatakannya dengan masih belum optimalnya direksi PD. Pasar, persoalan aset tanah pasar-pasar tradisional masih terhambat. Padahal status aset tanah tersebut, menjadi persoalan dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yang merupakan salah satu syarat melakukan revitalisasi pasar.

"Kenapa revitalisasi pasar itu tidak berjalan? Karena IMB ternyata belum beres. Kenapa IMB-nya belum beres, ternyata asetnya belum bersertifikat. Padahal sudah dianggarkan sekitar Rp 38 miliar, juga sudah ditender dan ada pemenangnya," tuturnya.

Diakuinya revitalisasi pasar-pasar tradisional sangat dibutuhkan di Kota Bandung. Pasalnya kondisi saat ini, yang dinilai kumuh dan tidak menarik minat masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pemkot agar segera menyelesaikan semua permasalahan pasar tradisonal tersebut. Namun sebelum mengantongi legalitas aset, maka pasar -pasar tradisional tersebut belum dapat direvitalisasi.

"Saya dari periode sebelumnya menjadi anggota Komisi B sudah menekan PD Pasar, agar bereskan dulu sertikatnya sehingga IMB-nya bisa keluar. Jangan sampai terjadi persoalan pasar ini berlarut-larut," ujarnya.

Lebih jauh, dari 37 pasar tradisional di Kota Bandung, hanya 20 persen saja yang telah dilakukan revitalisasi. Meski demikian, belum dapat memberikan dampak yang signifikan, seperti Pasar Sarijadi.

Ia menambahkan jika keberadaan pasar tradisional menjadi lumbung Pendapat Asli Daerah (PAD), jika ditata dengan baik. Apalagi pasar tersebut dikelola oleh PD Pasar, seharusnya menumbuhkan PAD dengan skala besar.

"Tapi sekarang kita belum bisa menghitung potensinya, karena keberadaan pasar itu sekarang ini hampir tidak ada PAD," tambahnya.

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA