Nasi Kastrol Jadi Jamuan Hari Santri di Kota Bandung

Bandung Raya

Selasa, 22 Oktober 2019 | 11:14 WIB

191022111528-nasi-.jpg

Sarnapi/PR

TAK bisa disebut santri kalau tak bisa membuat nasi kastrol atau nasi liwet. Nasi khas ini menjadi menu utama untuk makan berjemaah para kiai dan santri yang ikut dalam Hari Santri Nasional (HSN) Kota Bandung, Selasa (22/10/2019).

Ratusan nasi kastrol berjejer rapi di salah satu ruang kelas SMK Medina Jalan Sancang. Persis di belakang kantor Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung. Nasi itu merupakan sumbangan dari puluhan pesantren NU Kota Bandung untuk memeriahkan HSN.

"Alhamdulillah masing-masing pesantren ada yang menyumbang satu atau dua kastrol, tapi ada juga yang lebih dari 10 kastrol," kata ketua panifia HSN Kota Bandung, KH. Iik Abdul Chalik.

Pewarta PR, Sarnapi mengabarkan, Iik yang juga kepala SMK Addimyati Pesantren Sirna Miskin ini mengungkapkan, kehidupan santri identik dengan dua hal yakni kastrol dan penyakit kulit yang disebut budug.

"Namun kalau sekarang penyakit budug sudah jauh dari kehidupan santri. Namun nasi kastrol akan tetap dilestarikan agar santri milenial mengerti dan bisa memasaknya," ujarnya.

Nasi liwet jenis ini cara memasaknya khas yakni bumbu dan lauk-pauk dimasukkan bersama sehingga matang di dalam alat kastrol.

"Biasanya lauk pauk nasi kastrol cukup sederhana yakni tempe, ikan asin, atau lauk lainnya. Namun rasanya sungguh menggoda apalagi bila dimakan bersama-sama," katanya.

Sedangkan Sekretaris PW Muslimat NU Jabar, Nani Muharomah mengatakan, pihaknya juga menilai kualitas dan penampilan nasi kastrol ini sebelum dimakan saat HSN Kota Bandung.

"Jadi ada puluhan pesantren yang mengirim nasi kastrol ini untuk dinikmati. Namun sebelum dimakan dinilai dulu sebab kegiatan ini sekaligus lomba nasi kaatrol," katanya.

Namun ada puluhan kastrol bertuliskan Pesantren Sirnamiskin yang memang khusus dimakan dan tidak dinilai.

"Faktor penilaian pada rasa dan penampilan nasi kastrol. Ada juga pesantren yang membuat nasi liwet dalam wadah bukan kastrol sehingga kurang pas disebut nasi kastrol," katanya.

Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA