Perkembangan UP2K Jabar Belum Merata

Bandung Raya

Senin, 21 Oktober 2019 | 19:25 WIB

191021192630-perke.jpg

USAHA Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Jawa Barat kembali akan di gelorakan dengan revitalisasi UP2K. Revitalisasi merupakan langkah penguatan UP2K yang saat ini perkembangannya belum merata.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil mengatakan, PKK memiliki program terkait UP2K yang didorong ke berbagai penjuru Jabar.

"Kita berharap bisa memberikan pembekalan kepada seluruh masyarakat dari rumah yang bernama UP2K. Program ini sudah berjalan cukup lama memang perlu distimulasi lagi supaya menggeliat kembali," kata Atalia usai cara revitalisasi UP2K di hotel Papandayan, kota Bandung Senin (21/10/2019).

Adapun UP2K merupakan kegiatan ekonomi yang diusahakan oleh keluarga, baik secara perorangan maupun kelompok yang modalnya bersumber dari swadaya masyarakat, bantuan pemerintah, bantuan swasta, bantuan luar negeri serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Atalia menambahkan, usaha ekonomi tersebut menjadi strategi alternatif pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Pendekatan berbasis sosial kemasyarakatan pun tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mencakup pengembangan kemapuan dan keahlian warga desa/kader dan anggota rumah tangga.

Atalia berharap, UP2K maupun program PKK bisa mendorong pelaku usaha bisa terus tumbuh dan berkembang sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat dari level keluarga.

"Oleh karenanya, kita berharap dengan kegiatan yang dilakukan oleh Pokja II PKK Provinsi Jawa Barat ini melalui program keterampilan, pendidikan, pemberdayaan kehidupan berkoperasi (termasuk UP2K) ini mampu menggeliatkan perekonomian masyarakat di mulai dari keluarga," kata Atalia.

Selain itu, Atalia berujar bahwa seluruh daerah mempunyai potensi unggulan untuk dikelola dan diolah menjadi makanan maupun industri kerajinan yang mempunyai nilai jual cukup tinggi dengan kualitas dan kuantitas masing-masing wilayah.

Atalia pun mengimbau para pelaku usaha untuk memperbaiki permodalan, Sumber Daya Manusia, legalitas, kemasan produk, hingga manajemen usaha dan pemasaran, sehingga penjualan produk bisa maksimal.

"Kita juga akan kerja sama dengan platform-platform digital (online) supaya ibu-ibu rumah tangga bisa tetap menghasilkan karya dari rumah sambil mendapatkan pendapatan," tuturnya.

Terakhir, Atalia berharap kegiatan revitalisasi ini membuat UP2K mengalami perkembangan yang bagus sehingga dengan produk-produk yang dihasilkan dapat diterima pasar yang lebih luas sekaligus untuk mengangkat kearifan budaya lokal Jabar.

Sementara itu kepala Dinas Pemberdayaan Masyatakat dan Desa Dedi Sopandi mengatakan, UP2K di Jawa Barat tercatat sebanyak kurang lebih 51 ribu yang didirikan oleh kader PPK. Namun memang kata Dedi, perkembangan UP2K tidak merata.

"Melalui revitalisasi UP2K kami mendatangkan berbagai ahli sebagai pengetahuan mereka untuk mengembangkan usahanya," ucap dia.

Menurut Dedi, sejauh ini cukup banyak produk dari UP2K yang cukup potensial. Hanya saja, tersendat dalam hal perizinan. Terkait dinamika tersebut, pihaknya pun akan mengupayakan agar UP2K mampu bergerak menuju e-commerce yang memang mesti memahami betul mengenai perizinan hingga pengemasan produk.

"Jadi hari ini sepeti temu bisnis. Antara pelaku dengan dinas-dinas, pihak permodalan hingga minimarket untuk mengetahui persyaratan bagaimana sejumlah produk dari UP2K tersebut bisa masuk ke minimarket," tutur dia.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA