Situs Purbakala di Jabar Bakal Dikembangkan Jadi Wisata Sejarah dan Pendidikan

Bandung Raya

Senin, 21 Oktober 2019 | 18:58 WIB

191021185942-situs.jpg

Anthika Asmara


SITUS purbakala yang ada di Jawa Barat segera dikembangkan menjadi kawasan wisata sejarah dan pendidikan. Sejumlah situs yang mulai dikembangkan dinas Pariwisata dan Kebudayaan tahan ini.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik mengatakan, bahwa pihakhya sudah mengunjungi beberapa situs purbakala di berbagai daerah. Salah satunya, arca peninggalan sejarah masa hindu budha di Desa Cibuntu, Kabupaten Kuningan yang disebut situs Saurip Kidul, Bujal Dayeuh dan Hulu Dayeuh.

“Kawasan ini memang sudah menjadi tempat wisata. Namun, saya pikiri ini bisa lebih dikembangkan lagi dengan berbagai elemen penunjang. Seperti peningkatan kualitas infrastruktur contohnya papan informasi dan guide yang bisa membuat pengunjung tahu mengenai sejarah penemuan dan sejarahnya. Tahun 2020 kami targetkan penggalian potensi wisata yang menawarkan situs dan cagar budaya terus diakselerasi,” kata Dedi, Senin (21/10/2019).

Untuk memaksimalkan potensi ini, Dedi mengaku, segera membahas mengenai pengembanagan ini dengan penelitian lanjutan dengan Balai Arkeologi Jawa Barat maupun Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Dedi memastikan, pengembangan tempat wisata yang terdapat situs purbakala tetap menjaga kelestariannya. Pasalnya, ia mentadari bahwa hal ini bukan tanggung jawab ringan.

“Ini perlu kerjasama dengan semua pihak, termasuk dengan warga setempat. Jadi, harus melibatkan mereka juga, karena selain pemerintah daerah, masyarakat juga yang memiliki peran aktif dan krusial,” ucap dia.

Disamping situs purbakala, ia pun mengapresiasi keberadaan Desa Wisata Cibuntu yang menawarkan objek wisata lain yang tidak kalah menarik. Mulai dari sektor agrowisata hingga kuliner khas.

“Di sana juga ada sumber mata air dan air terjun Cikahuripan yang sudah dirawat dan ditata dengan baik oleh warga. Ini tentu sangat baik, potensinya sangat besar, tentu harus terus dikembangkan,” tuturnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA