Hutan di Gunung Puntang Kembali Terbakar

Bandung Raya

Senin, 21 Oktober 2019 | 16:21 WIB

191021162249-hutan.jpg

Engkos Kosasih

KAWASAN hutan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung kembali terbakar, Minggu (20/12/2019) malam. Sampai Senin (21/10/2019) ini, kawasan hutan Gunung Puntang masih terbakar.

Pantauan di lapangan, kepulan asap hitam di atas kawasan hutan Gunung Puntang terlihat membumbung tinggi. Bahkan terlihat jelas kepulan asap itu di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Sejumlah warga sempat memfoto dan mengabadikan kepulan asap yang berasal dari kebakaran hutan di atas Gunung Puntang tersebut dengan menggunakan kamera handphone. Bahkan sempat mempostingnya di media sosial dan grup whatsapp yang melibatkan sejumlah pihak terkait.

"Sepertinya hutan Gunung Puntang kembali terbakar. Soalnya, kepulan asap mulai terlihat membumbung di atas gunung tersebut," kata Asep, warga Kecamatan Kertasari.
Ia berharap kepada sejumlah pihak untuk segera memantau dan memadamkan api yang membakar hutan tersebut. Asep pun menyaksikan langsung, kebakaran hutan di Gunung Puntang yang sebelumnya pernah terjadi pada beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Drs. H. Akhmad Djohara, M.Si., ketika dikonfirmasi galamedianews.com membenarkan peristiwa kebakaran hutan di Gunung Puntang kembali terjadi yang kedua kalinya pada musim kemarau ini.

"Kebakaran hutan itu kembali terjadi pada Minggu (20/10/2019) malam. Kebakaran hutan tersebut diduga dipicu oleh tiupan angin kencang pada Minggu malam, sehingga api kembali membesar dan membakar kawasan hutan Gunung Puntang tersebut," kata Akhmad.

Akhmad memperkirakan kembali terjadi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Puntang itu karena masih ada sisa bara api yang belum padam dari sisa peristiwa kebakaran sebelumnya.

"Makanya di saat ada hembusan atau tiupan angin sangat kencang, sisa bara api itu kembali menyala dan membakar lahan hutan," kata Akhmad.

Ia mengatakan, sisa bara api di lahan kawasan hutan itu, sebelumnya belum dipastikan terbakar oleh sejumlah pihak. Bahkan, jajaran BPBD dengan tim gabungan dari TNI dan Polri serta para relawan dan pihak lainnya saat memantau lokasi kebakaran hutan di Gunung Puntang, api sudah padam. "Kepulan asap pun sudah tidak terlihat melalui pantauan di lapangan," katanya.

Akhmad mengatakan, sejak pasca peristiwa kebakaran hutan itu kembali terjadi, jajaran BPBD dibantu para relawan langsung diturunkan ke lokasi kejadian.
Namun dalam upaya pemadaman api di kawasan hutan tersebut, kata Akhmad, sejumlah petugas dan relawan mengalami kendala.

"Medan yang berat dan terjal menjadi kendala dalam upaya pemadaman api. Soalnya, tidak bisa ditembus akses kendaraan, paling tidak dengan jalan kaki," kata Akhmad.

Untuk memadamkan api, katanya, petugas BPBD dan relawan membawa sejumlah peralatan yang sudah disiapkan dan dimiliki oleh BPBD. Di antaranya, membawa garuk tajam untuk menyekat kobaran api supaya tidak merembet ke lahan lainnya yang belum terbakar.

"Selain itu, BPBD juga membawa alat berupa sarung tangan anti api yang bisa digunakan untuk memadamkan api. Yang jelas, saat ini kami dari BPBD dan dibantu para relawan sedang ektra kerja keras dalam upaya memadamkan api," jelas Akhmad.

Memasuki peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi kedua kalinya ini, Akhmad mengatakan, sekitar 20-30 hektare lahan hutan yang sudah terbakar.
Sedangkan pada peristiwa kebakaran hutan yang pertama atau sebelumnya, dan di lokasi hutan Gunung Puntang itu mencapai 26 hektare lahan hutan yang terbakar.

"Sudah mencapai 50 hektare lebih lahan hutan di Gunung Puntang yang terbakar. Kami berharap, kobaran api segera padam," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA